Inspirasi dan Motivasi Sukses Memiliki Penghasilan Pasif dengan Kerja Online

Mau Penghasilan Tambahan?

Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

10 Tips Cara Jualan Pengusaha Sukses

Tips cara jualan pengusaha sukses adalah suatu tips yang sangat perlu dipelajari oleh para pebisnis pemula atau yang belum sukses. Seorang pengusaha sukses pernah mengatakan bahwa di perusahaan yang didirikannya, dia menuntut setiap posisi dan setiap karyawan yang ada di dalam organisasinya untuk bisa jualan. Dan sebenarnya ini hanya sebuah penegasan terhadap sesuatu yang menjadi kewajiban, namun umumnya kurang disadari oleh para karyawannya.

10 Tips Cara Jualan Pengusaha Sukses

Setiap karyawan itu sebenarnya sedang jualan. Mulai dari melamar kerja, para karyawan tersebut sudah jualan dengan menawarkan profil diri yang berisikan tentang kemampuannya dan apa yang bisa dikerjakannya ke banyak perusahaan dengan tujuan mencari perusahaan yang tertarik untuk merekrutnya menjadi karyawan. Setelah salah satu dari perusahaan itu merekrutnya, para karyawan juga tetap harus jualan, yaitu jualan ide-ide cemerlang disamping jualan tenaga yang dimilikinya tergantung posisinya seperti apa di perusahaan. Dan yang paling penting saat mereka bekerja di perusahaan tersebut, mereka harus bisa jualan nama baik perusahaan tersebut kepada orang lain melalui perkataan, perbuatan, dan sikap mereka saat bersosialisasi dengan orang-orang di luar organisasi perusahaan.


Seorang pengusaha tentunya adalah seorang penjual. Jualan adalah pekerjaannya yang paling utama. Baik itu jualan produk dan jasa. Produk yang dijual bisa bermacam-macam seperti produk kebutuhan sehari-hari, produk kecantikan dan kesehatan, produk hiburan, produk pendidikan, dan masih banyak lagi. Sementara jasa yang dijual juga bermacam-macam seperti jasa konsultasi yang bisa memberikan saran dan rekomendasi yang tidak terpikirkan oleh para kliennya, jasa kurir, jasa pelayanan kebersihan, jasa pelayanan keamanan, dan masih banyak lagi.


Banyak sekali memang buku-buku, artikel-arikel, bahkan training-training yang memiliki topik tentang tips-tips jualan yang sukses. Dari kesemuanya itu ada beberapa tips yang selalu hadir dalam setiap pembahasan. 

Berikut ini adalah 10 tips cara jualan pengusaha sukses yang bisa kita pelajari dan praktekkan dalam pekerjaan kita agar bisa ikutan sukses juga:


Spesialisasikan diri jualan satu macam produk atau jasa.

Mitos yang mengatakan bahwa tenaga penjual terbaik bisa menjual apa saja kepada siapa saja adalah mitos yang kurang tepat. Hal ini sama saja mengatakan seorang olahragawan terbaik bisa melakukan olahraga apa saja. Mungkin bisa melakukan, tapi belum tentu ahli. Contoh lain yaitu dengan menganggap seorang musisi terbaik bisa memainkan seluruh alat musik. Intinya adalah makin kita memilki spesialisasi terhadap suatu produk atau jasa yang kita jual, maka makin kita memahami secara mendalam kelebihan dan kekurangan produk atau jasa yang kita jual, yang membuat kita makin ahli menjawab pertanyaan-pertanyaan prospek sampai memberi solusi atau alternatif yang bisa membuat prospek senang untuk berbisnis dengan kita. Dan jika hal ini terjadi, maka peluang kita untuk berhasil jualan makin besar.



Mengelompokkan dan menyortir daftar prospek

Ketika ingin jualan, tentunya kita membutuhkan sebuah daftar yang berisikan nama-nama prospek. Dan tentunya agar lebih mengoptimalkan penggunaan waktu, kita juga mau yang ada di daftar prospek tersebut adalah prospek-prospek yang memang memiliki peluang besar untuk membeli apa yang ingin kita jual. Maka dari itu kelompokkan dan sortir daftar prospek yang kita miliki sehingga kita memiliki daftar yang mungkin lebih sedikit dari daftar sebelumnya, namun dapat membuat kita lebih fokus, menggunakan waktu secara optimal, dan peluang mencapai keberhasilan dalam jualan akan cukup besar.


Cari tahu segala hal tentang prospek terlebih dahulu.

Jangan pernah menghubungi prospek sebelum kita mencari tahu segala hal tentang dirinya. Yang terpenting cari tahu apa masalah dan kebutuhan prospek dan apakah yang akan kita tawarkan dapat memberi solusi untuk masalah dan kebutuhan prospek, serta cari sebuah alasan kuat kenapa nantinya prospek akan tertarik untuk membeli dari kita.


Mulailah percakapan atau obrolan dengan prospek.

Sebelum kita masuk kepada tahap menawarkan apa yang kita jual, kita harus memulai percakapan atau obrolan terlebih dahulu dengan prospek, baik itu offline maupun online. Jadikan tujuan awal kita adalah memulai percakapan dengan prospek. Hal ini sangat berguna sekali untuk kita mempelajari apa yang sebenarnya menjadi masalah dan kebutuhan prospek. Dengan demikian maka kita dapat mengoptimalkan waktu yang kita miliki dengan memutuskan untuk lanjut menawarkan apa yang kita jual atau tidak.


Buatlah prospek merasa nyaman berinteraksi dengan kita.

Tidak ada yang salah menjadikan jualan sebagai pekerjaan kita atau sebagai jalan untuk mewujudkan impian kita. Yang suka salah itu adalah sikap penjual yang terlalu fokus untuk berhasil dalam jualan sehingga melupakan tahapan-tahapan sukses dalam jualan. Coba sekarang tanya pada diri sendiri, bagaimana kita menyikapi seseorang yang menawarkan kartu kredit, parfum, atau asuransi baik itu waktu kita jalan di mall atau lewat telepon. Terlepas dari apa latar belakangnya dan apa yang dipelajarinya tentang teknik jualan, namun seringnya mereka terkesan agak memaksa dan seperti tidak mau mendengarkan apa yang kita katakan. Yang kita alami, mereka berusaha membombardir kita dengan semua informasi tentang apa yang dijualnya secara panjang lebar, dan tidak mempedulikan apakah kita tertarik dan membutuhkan apa yang mereka tawarkan atau tidak. Sebagian besar teman-teman saya yang memiliki pengalaman serupa bercerita bahwa jika menghadapi hal seperti ini mereka akan buru-buru pergi, menghindar, atau tidak merespon, sampai langsung menutup telepon dan memblok orang tersebut. Padahal ada beberapa teman saya yang sebenarnya membutuhkan apa yang mereka tawarkan tersebut, namun karena tidak nyaman dengan cara mereka menawarkan jualan mereka, maka teman-teman saya langsung menolak. Maka dari itu pengantar atau pembukaan sebelum masuk ke dalam tahapan menawarkan apa yang kita jual itu sangat penting untuk keberhasilan jualan.


Nilailah prospek secara cepat.

Ketika kita terlibat percakapan dengan prospek, tujuan kita adalah mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh prospek, dan apakah yang akan kita jual dapat menjadi solusi untuk kebutuhannya tersebut, serta yang paling penting apakah prospek memiliki kemauan dan daya beli. Jika prospek tidak memiliki kebutuhan yang sesuai dengan jualan kita, tidak memiliki kemauan atas peluang bisnis yang kita tawarkan, apalagi tidak memiliki daya beli, maka hapuslah prospek dari daftar prospek yang potensial. Jangan buang waktu kita dan prospek lebih lama lagi. Jadikan prosesnya menjadi lebih efisien.



Fokus pada orang-orang di sekitar prospek

Ketika kita mencari tahu apa kebutuhan prospek, cari tahu juga siapa orang-orang terdekat prospek yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup prospek. Dan cari tahu apa yang dibutuhkan orang-orang terdekat prospek dan apakah mereka biasanya mendapatkan kebutuhannya lewat prospek. Jika iya, maka ini merupakan sebuah alternatif lain untuk membuat kita sukses jualan. Bantulah prospek untuk dapat memenuhi kebutuhan orang-orang terdekatnya, dan jika memungkinkan dekati dahulu orang-orang terdekatnya tersebut dengan tujuan menginformasikan mereka bahwa kita memiliki apa yang dapat menjadi solusi untuk kebutuhan mereka. Lebih lanjut diharapkan orang-orang terdekat prospek tersebut yang akan memberi pengaruh kepada prospek untuk membeli dari kita.


Beradaptasi dengan proses pembelian.

Jualan itu esensinya bukanlah sesuatu yang kita lakukan kepada prospek, namun sesuatu yang kita lakukan untuk prospek. Jika kita memahami hal ini maka kita bisa memahami proses pembelian prospek, bagaimana mereka membuat keputusan untuk membeli, bagaimana mereka membuat keputusan membeli dari kita atau orang lain, dan bagaimana prospek merasa terbantu dengan menemukan solusi atas kebutuhan hidupnya dari produk, jasa atau peluang yang kita tawarkan. Intinya dalam jualan adalah kita harus memiliki tujuan untuk membantu prospek menemukan solusi untuk masalah hidupnya melalui apa yang kita jual. Prospek yang merasa puas dengan mendapatkan solusi dari kita, akan menjadi solusi juga untuk jualan kita.


Jualan memiliki arti memastikan prospek membeli.

Jika kita memiliki prospek yang sangat potensial, yang kita tahu memiliki peluang besar untuk membeli apa yang kita tawarkan kepada mereka. Akan sangat menyakitkan jika pada akhirnya kita tidak mendapatkan pembelian dari prospek seperti ini. Namun yang lebih menyakitkan adalah jika kita tidak memiliki keberanian bertindak sampai akhir dari percakapan untuk menawarkan jualan kita. Jika kita tidak memiliki keberanian, atau menunggu terlalu lama, maka kita akan mengalami kegagalan dalam jualan.


Bangunlah hubungan jangka panjang.

Untuk mencapai keberhasilan dalam jualan, kita harus membangun hubungan jangka panjang dengan prospek lewat komunikasi yang konsisten secara berkala dan membantu prospek disaat prospek membutuhkan bantuan. Jadikan prospek itu sebagai teman atau seperti keluarga yang siap kita bantu, jangan pernah jadikan prospek hanya sebagai target jualan. Jika kita melakukan hal ini maka kita sebenarnya sudah menjadikan prospek-prospek kita tersebut menjadi pelanggan kita, yang sekaligus secara tidak langsung  membantu mempromosikan kita kepada orang-orang yang mereka kenal. Maka dari itu sangatlah penting untuk menjalin komunikasi yang baik dan meninggalkan kesan baik kepada mereka.


Demikianlah 10 tips cara jualan pengusaha sukses yang dapat dibagi kepada teman-teman semua disini. Mudah-mudahan tips-tips ini dapat berguna bagi teman-teman yang membutuhkan inspirasi dan solusi dalam melakukan jualan.

Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana

Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1

7 Tips Cerdas Mencari Core Team

Apa itu Core Team? 
Core Team adalah sebuah Tim Inti yang dibangun karena memiliki visi dan misi yang sama, jiwa dan semangat yang sama, arah dan tujuan yang sama, komitmen dan dedikasi yang sama, mau bekerjasama, dan sama-sama mau bekerja mencapai tujuan bersama. Apa yang menjadi tujuan bersamanya? Tujuan bersamanya yaitu meraih keberhasilan dan kesuksesan.

7 Tips Cerdas Mencari Core Team

Siapa saja yang bisa bergabung dengan Core Team? 
Orang-orang yang bergabung dalam Core Team adalah Orang-Orang Terpilih, dan bukan yang asal pilih.

Bergabung dengan Core Team memiliki arti bahwa kita sebagai individu akan bekerja bersama-sama secara tim, menuruti aturan yang ditetapkan dalam tim, dan bergerak dengan arah, tujuan, serta kecepatan yang telah ditentukan oleh tim. 

Apa fungsi Core Team? 
Fungsi Core Team yang paling utama adalah sebagai “kereta cepat” yang akan membawa seluruh tim merelalisasikan percepatan pencapaian tujuan.

Jadi bagaimana cara terbaik mencari Core Team ini?

Berikut ini adalah 7 Tips Cerdas Mencari Core Team: 

1. Carilah yang Menyenangkan diajak Bekerja Sama. 
Ini adalah kriteria pertama dan paling utama sebelum masuk ke dalam kriteria lain yang harus dipertimbangkan lebih dahulu. Bekerja dengan orang-orang yang menyenangkan diajak bekerjasama akan menambah tenaga kita berkali-kali lipat dalam melakukan pekerjaan kita. Aura positif selalu hadir dalam tim, kebersamaan dan kekeluargaan selalu terasa didalam tim, dan yang pasti bekerja dengan orang-orang seperti ini membuat mood dan semangat kerja kita selalu tinggi.

Menyenangkan diajak bekerjasama itu bukan memiliki artian bekerjasama saat senang saja, namun disaat senang ataupun susah orang-orang ini akan selalu memberikan bantuan dan support bagi tim, dan selalu mementingkan kepentingan tim diatas kepentingan pribadinya.

2. Carilah yang dapat Melengkapi kita. 
Kenapa disini kita menggunakan kata melengkapi? Karena setiap individu pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan. Yang kita cari disini adalah orang-orang yang dapat melengkapi kekurangan atau kelemahan kita yang merupakan kelebihan atau kekuatan mereka. Dengan memiliki orang-orang seperti ini, kita bisa memiliki kesempatan belajar secara konsisten dari mereka bagaimana sebaiknya mengatasi kelemahan kita dan mendapatkan ide-ide serta strategi-strategi baru.

Jadi sebelum kita mencari orang-orang yang dapat melengkapi kita, sebaiknya kita mengevaluasi dulu diri kita sendiri untuk mengetahui apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita, sehingga kita bisa fokus pada kriteria orang-orang tertentu.

3. Carilah yang dapat Menyeimbangkan tim. 
Isilah tim kita dengan orang-orang yang memiliki beragam keahlian dan pengetahuan, serta beragam gaya kerja. Jangan sampai tim kita lebih banyak diisi orang-orang yang suka bekerja sendiri saja, atau orang-orang yang lebih suka online saja, atau orang-orang yang suka offline saja, atau orang-orang yang hanya bisa memberi ide saja tanpa tindakan. Jika hal ini terjadi, maka kekuatan tim kita menjadi tidak seimbang karena hanya memiliki satu hal yang dominan. Dan ketidakseimbangan ini akan menjadi malapetaka bagi kita jika menghadapi tantangan, yang ternyata menantang hal yang tidak dominan di tim kita. Kita membutuhkan orang-orang yang saling memberikan ide-ide yang beragam, kita membutuhkan keputusan tim yang tidak mengorbankan pilihan yang paling optimal dan inovatif.

Kita perlu berhati-hati terhadap tim kita jika terlalu mudah diatur dan terlalu mudah menyetujui keputusan. Apalagi ketika terjadi perbedaan pendapat yang sebenarnya sangat bermanfaat untuk di diskusikan lebih lanjut dengan fakta-fakta yang jelas, namun banyak yang mengalah karena tidak enak atau takut yang bersangkutan tersinggung atau atas nama solidaritas atau alasan-alasan lainnya. Ini berarti tim kita sudah menjadi salah satu korban fenomena Groupthink. Nah keputusan yang diambil dari tim yang berisikan orang-orang seperti ini biasanya menghasilkan keputusan yang bisa membawa bencana bagi tim.

4. Carilah yang memiliki Kekuatan Berkompetisi. 
Orang-orang yang memiliki kekuatan berkompetisi sebagian besar memiliki semangat kerja yang selalu tinggi. Sebagai pemimpin tim, kita harus bisa mengakomodasi orang-orang seperti ini lewat dialog atau diskusi. Alokasikan waktu kita untuk melakukan dialog atau diskusi tersebut, karena jika tidak difasilitasi, tim kita mungkin bisa menjadi korban Groupthink, atau tim kita bisa bubar karena masing-masing merasa yang paling benar. Sebagai pemimpin tim, kita juga harus terus menghidupkan dan mengontrol suasana kompetisi didalam tim.
Suasana kompetisi yang membuat tegang namun menyenangkan dapat berdampak positif dengan memunculkan ide-ide atau inspirasi baru.
5. Carilah yang Berani Mengambil Resiko. 
Orang-orang yang berani dan nyaman mengambil resiko adalah orang orang yang tidak pernah takut gagal, orang-orang yang tidak pernah nyaman dengan status quo atau keadaan yang sama saja dan gitu gitu saja, yang nyaman dengan konflik positif suatu perbedaan pendapat. Orang-orang seperti ini biasanya adalah orang-orang kreatif yang selalu berusaha memunculkan ide-ide atau inspirasi-inspirasi baru. Orang–orang seperti ini memahami benar bahwa kesuksesan itu perlu proses, dan mereka mau menjalani prosesnya. Sebagai pemimpin tim, tugas kita hanya mengarahkan agar keseluruhan prosesnya selalu dalam jalur yang positif.

6. Carilah yang memiliki Orientasi pada Hasil. 
Orang-orang yang selalu memiliki orientasi pada hasil adalah orang-orang yang sangat miskin alasan dan tidak kreatif mencari alasan, namun sangat kaya akan alternatif atau pilihan solusi dan kreatif dalam mencari ide atau inspirasi serta jalan keluar terbaik jika menghadapi tantangan.

Orang-orang seperti ini juga selalu optimis dapat berhasil mencapai tujuan walaupun kadang masalah datang bertubi-tubi, namun meraka tidak pernah berhenti sekalipun. Orang-orang seperti ini tidak perlu disuruh-suruh lagi, diingatkan atau diberi reminder setiap saat, karena mereka memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang terbaik bagi tim. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang paling memahami apa yang menjadi impian dan tujuannya, dan mereka percaya bahwa mereka dapat mencapainya dengan melakukan pekerjaannya dengan baik dan dengan berada di dalam lingkungan yang benar.

7. Carilah yang mau Belajar dan melakukan Duplikasi Tanpa Alasan. 
Salah satu tujuan dibentuknya Core Team adalah untuk mengumpulkan Orang-Orang Terpilih yang memiliki Potensi menjadi Leader atau Pemimpin, mendidik dan menggembleng mereka, dan pada akhirnya membuat mereka menjadi Leader-leader atau pemimpin-pemimpin yang sesungguhnya.

Pemimpin yang sesungguhnya adalah pemimpin yang tercipta melalui proses pembentukan dan tempaan, pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas, pemimpin yang memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi, pemimpin yang berani dan bertanggungjawab, pemimpin yang dapat memberi motivasi dan inspirasi, pemimpin yang bisa menyatukan segala keberagaman anggotanya menjadi kekuatan tim, dan tentunya pemimpin yang disegani dan dihormati, bukan yang ditakuti.

Semua tentang pemimpin yang sesungguhnya ini haruslah kita miliki terlebih dahulu, karena hal tersebut adalah modal kita membentuk dan membangun Core Team. Orang-orang mau bergabung dengan tim kita karena melihat beberapa hal seperti siapa kita, bagaimana cara kerja, dan bagaimana hasil kerja kita.

Dari hal tersebut, jika mereka tertarik maka pastinya mereka akan bersedia menjadi bagian dari tim kita. Dengan menjadi bagian dari tim kita tentunya mereka memiliki harapan agar bisa menjadi seperti kita nantinya, seorang pemimpin tim yang sukses. Dan jika ternyata visi dan misi mereka sama dengan kita, maka secara otomatis mereka akan patuh dan mau melakukan apa saja yang kita sarankan dan instruksikan kepada mereka tanpa banyak alasan.

Demikianlah 7 tips cerdas mencari Core Team yang bisa saya bagi dan dapat teman-teman pelajari serta aplikasikan dalam pekerjaan teman-teman baik sebagai seorang karyawan ataupun pebisnis. Mudah-mudahan apa yang dijelaskan dalam artikel ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan percepatan pencapaian tujuan teman-teman sekalian.



Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana

Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1

7 Tips Cerdas Menggunakan Akun Linkedin

Sudah pernah dengar tentang Linkedin? Linkedin merupakan salah satu dari sekian banyak media sosial yang kita kenal seperti Facebook, Google+, Twitter, namun memiliki konsep yang berbeda.

Linkedin adalah media sosial yang konsepnya diperuntukkan untuk para kalangan profesional, seperti para eksekutif dan karyawan perusahaan, para pebisnis atau pengusaha, bahkan juga ada para pencari kerja dan para headhunter.

Headhunter (executive search) adalah jasa konsultan yang baik berupa perusahaan maupun perorangan, yang digunakan oleh klien yang merupakan perusahaan untuk mencari kandidat karyawan atau pegawai dari kalangan profesional yang memiliki keahlian khusus yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
7 Tips Cerdas Menggunakan Akun Linkedin
Manfaat Linkedin seperti yang umumnya diketahui oleh para profesional adalah untuk menghubungkan para profesional di seluruh dunia dalam rangka berdiskusi tentang topik-topik yang berkaitan dengan keahliannya, mendapatkan informasi terbaru yang berkaitan dengan profesi dan keahlian yang dimiliki.

Hal ini termasuk pengetahuan-pengetahuan terbaru, dan yang paling sering terjadi adalah ajang membangun hubungan mutualisme profesional antara para profesional dengan para konsultan pencari kandidat dari kalangan profesional, serta membangun hubungan bisnis antar para pelaku bisnis atau usaha.
 
Manfaat Linkedin memang besar sekali dalam meningkatkan usaha kita untuk mendapatkan kesempatan karir yang lebih baik, peluang bisnis yang lebih besar, atau sebagai salah satu referensi meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan profesi dan keahlian kita.

Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan akun linkedin, yang tidak bisa disamakan dengan saat kita menggunakan media sosial yang lain.

Berikut 7 Tips Cerdas Menggunakan Akun Linkedin agar manfaat dari media sosial ini bisa di maksimalkan:

1. Buatlah Profil kita Menarik dan Memberikan Kesan yang Bagus.

Karena Linkedin konsepnya untuk kalangan profesional, maka profil kita yang seperti curriculum vitae itu yang menjadi hal pertama yang dilihat oleh orang lain. Jika orang tersebut belum pernah kita kenal atau temui sebelumnya, maka profil kita adalah salah satu yang menjadi bahan penilaian orang tersebut tentang kita.

Dan disini diperlukan kesan awal yang bagus bagi orang lain, sehingga orang lain yang melihat profil kita akan memiliki pandangan positif kepada kita, dan mungkin saja tertarik masuk dalam salah satu jaringan pertemanan profesional kita.


2. Buatlah Image atau Personal Brand kita secara Profesional.
Image atau Personal Brand adalah identitas diri yang kita ciptakan yang berasal dari kepribadian asli kita yang lebih baik. Maka dari itu kita harus memperlakukannya secara profesional seperti layaknya merek-merek produk terkenal.

Dengan membangun image yang bagus maka akan memberikan suatu pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi orang lain yang berhubungan dengan kita, sehingga bisa menciptakan hubungan yang terus menerus berkesinambungan.

Yang perlu diingat, Linkedin adalah tempat para profesional, maka jagalah jangan sampai kita menggunakan akun Linkedin untuk posting sesuatu yang bersifat pribadi seperti membicarakan hal-hal yang tidak profesional, membicarakan perasaan kita, ataupun dipakai untuk galau-galauan.


3. Bersikap Sopan dan Ramah, serta tetap menjaga Etika Profesionalitas.
Pastikan bahasa yang kita gunakan pada saat melakukan interaksi sosial dengan orang lain di Linkedin adalah bahasa formal. Tidak perlu kaku walaupun harus menggunakan bahasa formal, yang penting pada saat kita melakukan interaksi sosial apakah itu chat ataupun mengirim pesan, perlihatkan ketulusan dan keramahan kita lewat bahasa yang kita gunakan, sehingga orang yang menerima pesan kita mengetahui keramahan dan ketulusan hati kita.

Pastikan juga kita selalu melakukan komunikasi secara berkala kepada masing-masing orang di jaringan pertemanan profesional kita. Hal itu bisa dilakukan, seperti misalnya ada yang mendapatkan promosi di tempat kerjanya, maka kirimkanlah ucapan selamat atas promosinya.
Hal-hal sederhana semacam ini bisa memperkuat hubungan profesional kita.


4. Usahakan Bertemu Secara Langsung (Offline).
Dalam jaringan profesional Linkedin, bertemu secara langsung  (offline) masih sangat penting artinya. Karena biasanya jika sudah pernah bertemu offline, maka interaksi sosial kedepannya akan lebih mudah, karena biasanya dengan pertemuan secara offline dapat membangun hubungan yang lebih dalam, dan tentunya memberi kesan tersendiri yang tidak mungkin bisa didapat dari pertemuan secara online.

Jika hasil pertemuan positif, ada batasan-batasan yang bisa terbuka lebar setelah bertemu secara offline, yang tentunya dapat meningkatkan keberhasilan mencapai tujuan kita. Maka dari itu sebagian besar profesional yang menjalin interaksi sosial secara offline umumnya lebih berhasil mencapai tujuan dibanding yang hanya melakukan interaksi sosial secara online saja.


5. Memahami bahwa Tidak Semua profesional  Ingin Berinteraksi.

Terkadang profesional yang baru bergabung di Linkedin sangat bersemangat untuk membangun jaringan pertemanan profesional dengan para profesional lain di Linkedin. Apalagi jika sebelumnya sudah pernah menggunakan media sosial lain seperti Facebook atau Google+.

Memang untuk beberapa profesional yang tergabung di Linkedin ada yang memiliki keinginan yang sama untuk memiliki jaringan pertemanan profesional baru dengan orang-orang baru yang belum pernah dikenal dan ditemui sebelumnya.

Namun ada sebagian profesional tidak menyukai hal ini. Harus ada alasan kuat untuk membangun jaringan pertemanan profesional bagi mereka, karena mereka sangat ingin privasi mereka terjaga.

Nah hal seperti ini yang perlu diperhatikan oleh para profesional yang baru menggunakan akun Linkedin untuk pertama kalinya. Ada peraturan-peraturan dan etika-etika tidak tertulis yang perlu dipahami dan diikuti jika kita ingin membangun personal brand kita sekaligus jaringan pertemanan profesional kita di Linkedin.


6. Hindarilah Beriklan dan Spam saat berinteraksi.

Kebanyakan profesional di Linkedin tidak menyukai menerima informasi ataupun pesan yang mengiklankan sesuatu. Pada saat mereka mengerti bahwa pesan kita ataupun maksud kita untuk memiliki jaringan pertemanan profesional dengan mereka adalah untuk menjual sesuatu kepada mereka, maka kredibilitas dan image kita di mata mereka langsung hancur.

Apalagi jika pesan kita berupa spam yang mengiklankan perusahaan kita atau diri kita, maka akan banyak profesional-profesional yang menerima spam tersebut menolak untuk memiliki jaringan pertemanan profesional dengan kita. 

Pastikan orang lain mengetahui bahwa melakukan interaksi sosial dan membangun hubungan dengan mereka adalah sesuatu yang tulus, yang maksudnya bukan hanya untuk mendapatkan suatu pekerjaan atau bisnis baru. 

Untuk hal ini sebaiknya buat pesan khusus di bagian profil kita yang menginformasikan secara jelas apa yang menjadi pekerjaan kita dan fokus kita saat ini.


7. Maksimalkan keberadaan Grup-grup.
Cobalah untuk bergabung menjadi bagian dari sebanyak mungkin grup-grup di Linkedin, dibandingkan hanya fokus melakukan interaksi sosial atau saling berkirim pesan dengan satu atau beberapa orang dari jaringan pertemanan profesional kita.

Ikutlah melakukan interaksi sosial di dalam grup-grup tersebut dengan berpartisipasi aktif dalam memulai suatu diskusi dan atau merespon pertanyaan atau komentar dari anggota grup.

Pada kenyataannya, memperkenalkan diri di grup jauh lebih mudah daripada dengan para individu yang belum kita kenal, karena dengan berpartisipasi aktif maka secara otomatis kita memperkenalkan diri kita dan anggota grup tahu keberadaan kita di Linkedin, sekaligus mendemonstrasikan keahlian dan pengetahuan kita yang bisa saja membuat kesan bagus diantara anggota grup. 

Tentu pada akhirnya mereka akan tertarik untuk membangun jaringan pertemanan profesional dengan kita tanpa usaha yang lebih rumit seperti dengan para individu.


Demikian 7 Tips Cerdas Cara Menggunakan Akun Linkedin yang mungkin bisa memberi pencerahan bagi kita yang ingin aktif di Linkedin atau ingin membangun personal brand diantara para profesional.

Melihat manfaat yang ditawarkan oleh media sosial Linkedin ini, maka seharusnya dengan memaksimalkan penggunannya dengan memperhatikan tips-tips yang sudah dijelaskan sebelumnya, mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan kita bisa tercapai.


Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana

Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1

Bisnis seperti apa yang ingin kamu jalankan?

Yuk Ikutan!

Katalog Terbaru

FB Fan Page Saya

Profil Linkedin Saya

Yuk, Jemput Impian Kita!

Terima kasih atas kunjungannya, Teman

Arsip