Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts
10 Tips Cara Jualan Pengusaha Sukses
Tips cara jualan pengusaha sukses adalah suatu tips yang sangat perlu dipelajari oleh para pebisnis pemula atau yang belum sukses. Seorang
pengusaha sukses pernah mengatakan bahwa di perusahaan yang didirikannya, dia
menuntut setiap posisi dan setiap karyawan yang ada di dalam organisasinya
untuk bisa jualan. Dan sebenarnya ini hanya sebuah penegasan terhadap sesuatu
yang menjadi kewajiban, namun umumnya kurang disadari oleh para karyawannya.
Setiap
karyawan itu sebenarnya sedang jualan. Mulai dari melamar kerja, para karyawan
tersebut sudah jualan dengan menawarkan profil diri yang berisikan tentang
kemampuannya dan apa yang bisa dikerjakannya ke banyak perusahaan dengan tujuan
mencari perusahaan yang tertarik untuk merekrutnya menjadi karyawan. Setelah
salah satu dari perusahaan itu merekrutnya, para karyawan juga tetap harus
jualan, yaitu jualan ide-ide cemerlang disamping jualan tenaga yang dimilikinya
tergantung posisinya seperti apa di perusahaan. Dan yang paling penting saat mereka bekerja di perusahaan tersebut, mereka harus bisa jualan nama baik perusahaan tersebut kepada orang lain melalui perkataan, perbuatan, dan sikap mereka saat bersosialisasi dengan orang-orang di luar organisasi perusahaan.
Seorang
pengusaha tentunya adalah seorang penjual. Jualan adalah pekerjaannya yang
paling utama. Baik itu jualan produk dan jasa. Produk yang dijual bisa
bermacam-macam seperti produk kebutuhan sehari-hari, produk kecantikan dan kesehatan, produk hiburan, produk pendidikan, dan masih banyak lagi. Sementara
jasa yang dijual juga bermacam-macam seperti jasa konsultasi yang bisa
memberikan saran dan rekomendasi yang tidak terpikirkan oleh para kliennya, jasa kurir,
jasa pelayanan kebersihan, jasa pelayanan keamanan, dan masih banyak lagi.
Banyak sekali
memang buku-buku, artikel-arikel, bahkan training-training yang memiliki topik tentang tips-tips jualan yang sukses. Dari kesemuanya itu ada beberapa tips yang selalu hadir dalam setiap pembahasan.
Berikut ini adalah 10 tips cara jualan pengusaha sukses yang bisa kita pelajari dan praktekkan dalam pekerjaan
kita agar bisa ikutan sukses juga:
Spesialisasikan
diri jualan satu macam produk atau jasa.
Mitos yang
mengatakan bahwa tenaga penjual terbaik bisa menjual apa saja kepada siapa saja
adalah mitos yang kurang tepat. Hal ini sama saja mengatakan seorang
olahragawan terbaik bisa melakukan olahraga apa saja. Mungkin bisa melakukan,
tapi belum tentu ahli. Contoh lain yaitu dengan menganggap seorang musisi terbaik
bisa memainkan seluruh alat musik. Intinya adalah makin kita memilki
spesialisasi terhadap suatu produk atau jasa yang kita jual, maka makin kita memahami
secara mendalam kelebihan dan kekurangan produk atau jasa yang kita jual, yang
membuat kita makin ahli menjawab pertanyaan-pertanyaan prospek sampai memberi
solusi atau alternatif yang bisa membuat prospek senang untuk berbisnis dengan
kita. Dan jika hal ini terjadi, maka peluang kita untuk berhasil jualan makin
besar.
Mengelompokkan
dan menyortir daftar prospek
Ketika ingin
jualan, tentunya kita membutuhkan sebuah daftar yang berisikan nama-nama
prospek. Dan tentunya agar lebih mengoptimalkan penggunaan waktu, kita juga mau
yang ada di daftar prospek tersebut adalah prospek-prospek yang memang memiliki
peluang besar untuk membeli apa yang ingin kita jual. Maka dari itu
kelompokkan dan sortir daftar prospek yang kita miliki sehingga kita memiliki
daftar yang mungkin lebih sedikit dari daftar sebelumnya, namun dapat membuat
kita lebih fokus, menggunakan waktu secara optimal, dan peluang mencapai
keberhasilan dalam jualan akan cukup besar.
Cari tahu
segala hal tentang prospek terlebih dahulu.
Jangan
pernah menghubungi prospek sebelum kita mencari tahu segala hal tentang
dirinya. Yang terpenting cari tahu apa masalah dan kebutuhan prospek dan apakah
yang akan kita tawarkan dapat memberi solusi untuk masalah dan kebutuhan
prospek, serta cari sebuah alasan kuat kenapa nantinya prospek akan tertarik
untuk membeli dari kita.
Mulailah
percakapan atau obrolan dengan prospek.
Sebelum kita
masuk kepada tahap menawarkan apa yang kita jual, kita harus memulai percakapan
atau obrolan terlebih dahulu dengan prospek, baik itu offline maupun online. Jadikan
tujuan awal kita adalah memulai percakapan dengan prospek. Hal ini sangat
berguna sekali untuk kita mempelajari apa yang sebenarnya menjadi masalah dan
kebutuhan prospek. Dengan demikian maka kita dapat mengoptimalkan waktu yang
kita miliki dengan memutuskan untuk lanjut menawarkan apa yang kita jual atau
tidak.
Buatlah
prospek merasa nyaman berinteraksi dengan kita.
Tidak ada
yang salah menjadikan jualan sebagai pekerjaan kita atau sebagai jalan untuk
mewujudkan impian kita. Yang suka salah itu adalah sikap penjual yang terlalu
fokus untuk berhasil dalam jualan sehingga melupakan tahapan-tahapan sukses
dalam jualan. Coba sekarang tanya pada diri sendiri, bagaimana kita
menyikapi seseorang yang menawarkan kartu kredit, parfum, atau asuransi baik
itu waktu kita jalan di mall atau lewat telepon. Terlepas dari apa latar
belakangnya dan apa yang dipelajarinya tentang teknik jualan, namun seringnya mereka
terkesan agak memaksa dan seperti tidak mau mendengarkan apa yang kita
katakan. Yang kita alami, mereka berusaha membombardir kita dengan semua
informasi tentang apa yang dijualnya secara panjang lebar, dan tidak mempedulikan
apakah kita tertarik dan membutuhkan apa yang mereka tawarkan atau tidak.
Sebagian besar teman-teman saya yang memiliki pengalaman serupa bercerita bahwa
jika menghadapi hal seperti ini mereka akan buru-buru pergi, menghindar, atau
tidak merespon, sampai langsung menutup telepon dan memblok orang tersebut.
Padahal ada beberapa teman saya yang sebenarnya membutuhkan apa yang mereka
tawarkan tersebut, namun karena tidak nyaman dengan cara mereka menawarkan
jualan mereka, maka teman-teman saya langsung menolak. Maka dari itu pengantar
atau pembukaan sebelum masuk ke dalam tahapan menawarkan apa yang kita jual itu
sangat penting untuk keberhasilan jualan.
Nilailah
prospek secara cepat.
Ketika kita
terlibat percakapan dengan prospek, tujuan kita adalah mencari tahu apa yang
dibutuhkan oleh prospek, dan apakah yang akan kita jual dapat menjadi solusi
untuk kebutuhannya tersebut, serta yang paling penting apakah prospek memiliki
kemauan dan daya beli. Jika prospek tidak memiliki kebutuhan yang sesuai dengan
jualan kita, tidak memiliki kemauan atas peluang bisnis yang kita tawarkan, apalagi
tidak memiliki daya beli, maka hapuslah prospek dari daftar prospek yang
potensial. Jangan buang waktu kita dan prospek lebih lama lagi. Jadikan prosesnya menjadi lebih efisien.
Fokus pada
orang-orang di sekitar prospek
Ketika kita
mencari tahu apa kebutuhan prospek, cari tahu juga siapa orang-orang terdekat
prospek yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup prospek. Dan cari tahu apa yang
dibutuhkan orang-orang terdekat prospek dan apakah mereka biasanya mendapatkan
kebutuhannya lewat prospek. Jika iya, maka ini merupakan sebuah alternatif lain
untuk membuat kita sukses jualan. Bantulah prospek untuk dapat memenuhi
kebutuhan orang-orang terdekatnya, dan jika memungkinkan dekati dahulu
orang-orang terdekatnya tersebut dengan tujuan menginformasikan mereka bahwa
kita memiliki apa yang dapat menjadi solusi untuk kebutuhan mereka. Lebih
lanjut diharapkan orang-orang terdekat prospek tersebut yang akan memberi
pengaruh kepada prospek untuk membeli dari kita.
Beradaptasi
dengan proses pembelian.
Jualan itu
esensinya bukanlah sesuatu yang kita lakukan kepada prospek, namun sesuatu yang
kita lakukan untuk prospek. Jika kita memahami hal ini maka kita bisa memahami
proses pembelian prospek, bagaimana mereka membuat keputusan untuk membeli,
bagaimana mereka membuat keputusan membeli dari kita atau orang lain, dan
bagaimana prospek merasa terbantu dengan menemukan solusi atas kebutuhan hidupnya dari produk, jasa atau peluang yang kita tawarkan. Intinya dalam jualan adalah
kita harus memiliki tujuan untuk membantu prospek menemukan solusi untuk
masalah hidupnya melalui apa yang kita jual. Prospek yang merasa puas dengan
mendapatkan solusi dari kita, akan menjadi solusi juga untuk jualan kita.
Jualan
memiliki arti memastikan prospek membeli.
Jika kita
memiliki prospek yang sangat potensial, yang kita tahu memiliki peluang besar
untuk membeli apa yang kita tawarkan kepada mereka. Akan sangat menyakitkan
jika pada akhirnya kita tidak mendapatkan pembelian dari prospek seperti ini.
Namun yang lebih menyakitkan adalah jika kita tidak memiliki keberanian bertindak sampai
akhir dari percakapan untuk menawarkan jualan kita. Jika kita tidak memiliki
keberanian, atau menunggu terlalu lama, maka kita akan mengalami kegagalan
dalam jualan.
Bangunlah
hubungan jangka panjang.
Untuk
mencapai keberhasilan dalam jualan, kita harus membangun hubungan jangka
panjang dengan prospek lewat komunikasi yang konsisten secara berkala dan
membantu prospek disaat prospek membutuhkan bantuan. Jadikan prospek itu
sebagai teman atau seperti keluarga yang siap kita bantu, jangan pernah jadikan
prospek hanya sebagai target jualan. Jika kita melakukan hal ini maka kita
sebenarnya sudah menjadikan prospek-prospek kita tersebut menjadi pelanggan
kita, yang sekaligus secara tidak langsung membantu mempromosikan kita kepada orang-orang
yang mereka kenal. Maka dari itu sangatlah penting untuk menjalin komunikasi
yang baik dan meninggalkan kesan baik kepada mereka.
Demikianlah
10 tips cara jualan pengusaha sukses yang dapat dibagi kepada teman-teman semua
disini. Mudah-mudahan tips-tips ini dapat berguna bagi teman-teman yang
membutuhkan inspirasi dan solusi dalam melakukan jualan.
Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana
Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1
7 Tips Cerdas Mencari Core Team
Apa itu Core
Team?
Berikut ini adalah 7 Tips Cerdas Mencari Core Team:
1. Carilah yang Menyenangkan diajak Bekerja Sama.
3. Carilah yang dapat Menyeimbangkan tim.
4. Carilah yang memiliki Kekuatan Berkompetisi.
Orang-orang yang memiliki kekuatan berkompetisi sebagian besar memiliki semangat kerja yang selalu tinggi. Sebagai pemimpin tim, kita harus bisa mengakomodasi orang-orang seperti ini lewat dialog atau diskusi. Alokasikan waktu kita untuk melakukan dialog atau diskusi tersebut, karena jika tidak difasilitasi, tim kita mungkin bisa menjadi korban Groupthink, atau tim kita bisa bubar karena masing-masing merasa yang paling benar. Sebagai pemimpin tim, kita juga harus terus menghidupkan dan mengontrol suasana kompetisi didalam tim.
6. Carilah yang memiliki Orientasi pada Hasil.
Orang-orang yang selalu memiliki orientasi pada hasil adalah orang-orang yang sangat miskin alasan dan tidak kreatif mencari alasan, namun sangat kaya akan alternatif atau pilihan solusi dan kreatif dalam mencari ide atau inspirasi serta jalan keluar terbaik jika menghadapi tantangan.
Demikianlah 7 tips cerdas mencari Core Team yang bisa saya bagi dan dapat teman-teman pelajari serta aplikasikan dalam pekerjaan teman-teman baik sebagai seorang karyawan ataupun pebisnis. Mudah-mudahan apa yang dijelaskan dalam artikel ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan percepatan pencapaian tujuan teman-teman sekalian.
Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana
Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1
Core Team
adalah sebuah Tim Inti yang dibangun karena memiliki visi dan misi yang sama,
jiwa dan semangat yang sama, arah dan tujuan yang sama, komitmen dan dedikasi
yang sama, mau bekerjasama, dan sama-sama mau bekerja mencapai tujuan
bersama. Apa yang menjadi tujuan bersamanya? Tujuan bersamanya yaitu meraih
keberhasilan dan kesuksesan.
Siapa saja
yang bisa bergabung dengan Core Team?
Orang-orang yang bergabung dalam Core Team adalah Orang-Orang Terpilih, dan bukan yang asal pilih.
Orang-orang yang bergabung dalam Core Team adalah Orang-Orang Terpilih, dan bukan yang asal pilih.
Bergabung
dengan Core Team memiliki arti bahwa kita sebagai individu akan bekerja
bersama-sama secara tim, menuruti aturan yang ditetapkan dalam tim, dan
bergerak dengan arah, tujuan, serta kecepatan yang telah ditentukan oleh tim.
Apa fungsi Core Team?
Fungsi Core Team yang paling utama adalah sebagai “kereta cepat” yang akan membawa seluruh tim merelalisasikan percepatan pencapaian tujuan.
Jadi bagaimana cara terbaik mencari Core Team ini?
Apa fungsi Core Team?
Fungsi Core Team yang paling utama adalah sebagai “kereta cepat” yang akan membawa seluruh tim merelalisasikan percepatan pencapaian tujuan.
Jadi bagaimana cara terbaik mencari Core Team ini?
Berikut ini adalah 7 Tips Cerdas Mencari Core Team:
1. Carilah yang Menyenangkan diajak Bekerja Sama.
Ini adalah
kriteria pertama dan paling utama sebelum masuk ke dalam kriteria lain yang
harus dipertimbangkan lebih dahulu. Bekerja dengan orang-orang yang
menyenangkan diajak bekerjasama akan menambah tenaga kita berkali-kali lipat
dalam melakukan pekerjaan kita. Aura positif selalu hadir dalam tim,
kebersamaan dan kekeluargaan selalu terasa didalam tim, dan yang pasti bekerja
dengan orang-orang seperti ini membuat mood dan semangat kerja kita selalu
tinggi.
Menyenangkan
diajak bekerjasama itu bukan memiliki artian bekerjasama saat senang saja,
namun disaat senang ataupun susah orang-orang ini akan selalu memberikan bantuan
dan support bagi tim, dan selalu mementingkan kepentingan tim diatas
kepentingan pribadinya.
2. Carilah yang dapat Melengkapi
kita.
Kenapa disini kita menggunakan kata melengkapi? Karena setiap individu pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan. Yang kita cari disini adalah orang-orang yang dapat melengkapi kekurangan atau kelemahan kita yang merupakan kelebihan atau kekuatan mereka. Dengan memiliki orang-orang seperti ini, kita bisa memiliki kesempatan belajar secara konsisten dari mereka bagaimana sebaiknya mengatasi kelemahan kita dan mendapatkan ide-ide serta strategi-strategi baru.
Jadi sebelum kita mencari orang-orang yang dapat melengkapi kita, sebaiknya kita mengevaluasi dulu diri kita sendiri untuk mengetahui apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita, sehingga kita bisa fokus pada kriteria orang-orang tertentu.
Kenapa disini kita menggunakan kata melengkapi? Karena setiap individu pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan, kekuatan dan kelemahan. Yang kita cari disini adalah orang-orang yang dapat melengkapi kekurangan atau kelemahan kita yang merupakan kelebihan atau kekuatan mereka. Dengan memiliki orang-orang seperti ini, kita bisa memiliki kesempatan belajar secara konsisten dari mereka bagaimana sebaiknya mengatasi kelemahan kita dan mendapatkan ide-ide serta strategi-strategi baru.
Jadi sebelum kita mencari orang-orang yang dapat melengkapi kita, sebaiknya kita mengevaluasi dulu diri kita sendiri untuk mengetahui apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita, sehingga kita bisa fokus pada kriteria orang-orang tertentu.
3. Carilah yang dapat Menyeimbangkan tim.
Isilah tim
kita dengan orang-orang yang memiliki beragam keahlian dan pengetahuan, serta
beragam gaya kerja. Jangan sampai tim kita lebih banyak diisi orang-orang yang
suka bekerja sendiri saja, atau orang-orang yang lebih suka online saja, atau
orang-orang yang suka offline saja, atau orang-orang yang hanya bisa memberi
ide saja tanpa tindakan. Jika hal ini terjadi, maka kekuatan tim kita menjadi
tidak seimbang karena hanya memiliki satu hal yang dominan. Dan
ketidakseimbangan ini akan menjadi malapetaka bagi kita jika menghadapi
tantangan, yang ternyata menantang hal yang tidak dominan di tim kita. Kita
membutuhkan orang-orang yang saling memberikan ide-ide yang beragam, kita
membutuhkan keputusan tim yang tidak mengorbankan pilihan yang paling optimal
dan inovatif.
Kita perlu
berhati-hati terhadap tim kita jika terlalu mudah diatur dan terlalu mudah menyetujui
keputusan. Apalagi ketika terjadi perbedaan pendapat yang sebenarnya sangat bermanfaat untuk
di diskusikan lebih lanjut dengan fakta-fakta yang jelas, namun banyak yang
mengalah karena tidak enak atau takut yang bersangkutan tersinggung atau atas
nama solidaritas atau alasan-alasan lainnya. Ini berarti tim kita sudah menjadi salah
satu korban fenomena Groupthink. Nah keputusan yang diambil dari tim yang
berisikan orang-orang seperti ini biasanya menghasilkan keputusan yang bisa
membawa bencana bagi tim.
4. Carilah yang memiliki Kekuatan Berkompetisi.
Orang-orang yang memiliki kekuatan berkompetisi sebagian besar memiliki semangat kerja yang selalu tinggi. Sebagai pemimpin tim, kita harus bisa mengakomodasi orang-orang seperti ini lewat dialog atau diskusi. Alokasikan waktu kita untuk melakukan dialog atau diskusi tersebut, karena jika tidak difasilitasi, tim kita mungkin bisa menjadi korban Groupthink, atau tim kita bisa bubar karena masing-masing merasa yang paling benar. Sebagai pemimpin tim, kita juga harus terus menghidupkan dan mengontrol suasana kompetisi didalam tim.
Suasana kompetisi yang membuat tegang namun menyenangkan dapat berdampak positif dengan memunculkan ide-ide atau inspirasi baru.
5. Carilah yang Berani Mengambil
Resiko.
Orang-orang yang berani dan nyaman mengambil resiko adalah orang orang yang tidak pernah takut gagal, orang-orang yang tidak pernah nyaman dengan status quo atau keadaan yang sama saja dan gitu gitu saja, yang nyaman dengan konflik positif suatu perbedaan pendapat. Orang-orang seperti ini biasanya adalah orang-orang kreatif yang selalu berusaha memunculkan ide-ide atau inspirasi-inspirasi baru. Orang–orang seperti ini memahami benar bahwa kesuksesan itu perlu proses, dan mereka mau menjalani prosesnya. Sebagai pemimpin tim, tugas kita hanya mengarahkan agar keseluruhan prosesnya selalu dalam jalur yang positif.
Orang-orang yang berani dan nyaman mengambil resiko adalah orang orang yang tidak pernah takut gagal, orang-orang yang tidak pernah nyaman dengan status quo atau keadaan yang sama saja dan gitu gitu saja, yang nyaman dengan konflik positif suatu perbedaan pendapat. Orang-orang seperti ini biasanya adalah orang-orang kreatif yang selalu berusaha memunculkan ide-ide atau inspirasi-inspirasi baru. Orang–orang seperti ini memahami benar bahwa kesuksesan itu perlu proses, dan mereka mau menjalani prosesnya. Sebagai pemimpin tim, tugas kita hanya mengarahkan agar keseluruhan prosesnya selalu dalam jalur yang positif.
6. Carilah yang memiliki Orientasi pada Hasil.
Orang-orang yang selalu memiliki orientasi pada hasil adalah orang-orang yang sangat miskin alasan dan tidak kreatif mencari alasan, namun sangat kaya akan alternatif atau pilihan solusi dan kreatif dalam mencari ide atau inspirasi serta jalan keluar terbaik jika menghadapi tantangan.
Orang-orang seperti ini juga selalu optimis
dapat berhasil mencapai tujuan walaupun kadang masalah datang bertubi-tubi, namun
meraka tidak pernah berhenti sekalipun. Orang-orang seperti ini tidak perlu
disuruh-suruh lagi, diingatkan atau diberi reminder setiap saat, karena mereka
memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang terbaik bagi tim. Orang-orang
seperti ini adalah orang-orang yang paling memahami apa yang menjadi impian dan
tujuannya, dan mereka percaya bahwa mereka dapat mencapainya dengan melakukan
pekerjaannya dengan baik dan dengan berada di dalam lingkungan yang benar.
7. Carilah yang mau Belajar dan melakukan
Duplikasi Tanpa Alasan.
Salah satu tujuan dibentuknya Core Team adalah untuk mengumpulkan Orang-Orang Terpilih yang memiliki Potensi menjadi Leader atau Pemimpin, mendidik dan menggembleng mereka, dan pada akhirnya membuat mereka menjadi Leader-leader atau pemimpin-pemimpin yang sesungguhnya.
Salah satu tujuan dibentuknya Core Team adalah untuk mengumpulkan Orang-Orang Terpilih yang memiliki Potensi menjadi Leader atau Pemimpin, mendidik dan menggembleng mereka, dan pada akhirnya membuat mereka menjadi Leader-leader atau pemimpin-pemimpin yang sesungguhnya.
Pemimpin
yang sesungguhnya adalah pemimpin yang tercipta melalui proses pembentukan dan
tempaan, pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas, pemimpin yang
memiliki komitmen dan dedikasi yang tinggi, pemimpin yang berani dan
bertanggungjawab, pemimpin yang dapat memberi motivasi dan inspirasi, pemimpin
yang bisa menyatukan segala keberagaman anggotanya menjadi kekuatan tim, dan
tentunya pemimpin yang disegani dan dihormati, bukan yang ditakuti.
Semua tentang pemimpin yang sesungguhnya ini haruslah kita miliki terlebih dahulu, karena hal tersebut adalah modal kita membentuk dan membangun Core Team. Orang-orang mau bergabung dengan tim kita karena melihat beberapa hal seperti siapa kita, bagaimana cara kerja, dan bagaimana hasil kerja kita.
Dari hal tersebut, jika mereka tertarik maka pastinya mereka akan bersedia menjadi bagian dari tim kita. Dengan menjadi bagian dari tim kita tentunya mereka memiliki harapan agar bisa menjadi seperti kita nantinya, seorang pemimpin tim yang sukses. Dan jika ternyata visi dan misi mereka sama dengan kita, maka secara otomatis mereka akan patuh dan mau melakukan apa saja yang kita sarankan dan instruksikan kepada mereka tanpa banyak alasan.
Semua tentang pemimpin yang sesungguhnya ini haruslah kita miliki terlebih dahulu, karena hal tersebut adalah modal kita membentuk dan membangun Core Team. Orang-orang mau bergabung dengan tim kita karena melihat beberapa hal seperti siapa kita, bagaimana cara kerja, dan bagaimana hasil kerja kita.
Dari hal tersebut, jika mereka tertarik maka pastinya mereka akan bersedia menjadi bagian dari tim kita. Dengan menjadi bagian dari tim kita tentunya mereka memiliki harapan agar bisa menjadi seperti kita nantinya, seorang pemimpin tim yang sukses. Dan jika ternyata visi dan misi mereka sama dengan kita, maka secara otomatis mereka akan patuh dan mau melakukan apa saja yang kita sarankan dan instruksikan kepada mereka tanpa banyak alasan.
Demikianlah 7 tips cerdas mencari Core Team yang bisa saya bagi dan dapat teman-teman pelajari serta aplikasikan dalam pekerjaan teman-teman baik sebagai seorang karyawan ataupun pebisnis. Mudah-mudahan apa yang dijelaskan dalam artikel ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan percepatan pencapaian tujuan teman-teman sekalian.
Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana
Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1
7 Tips Cerdas Menggunakan Akun Linkedin
Sudah pernah dengar tentang Linkedin? Linkedin merupakan salah satu dari sekian banyak media sosial yang kita kenal seperti Facebook, Google+, Twitter, namun memiliki konsep yang berbeda.
Linkedin adalah media sosial yang konsepnya diperuntukkan untuk para kalangan profesional, seperti para eksekutif dan karyawan perusahaan, para pebisnis atau pengusaha, bahkan juga ada para pencari kerja dan para headhunter.
Headhunter (executive search) adalah jasa konsultan yang baik berupa perusahaan maupun perorangan, yang digunakan oleh klien yang merupakan perusahaan untuk mencari kandidat karyawan atau pegawai dari kalangan profesional yang memiliki keahlian khusus yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Manfaat
Linkedin seperti yang umumnya diketahui oleh para profesional adalah
untuk menghubungkan para profesional di seluruh dunia dalam rangka
berdiskusi tentang topik-topik yang berkaitan dengan keahliannya,
mendapatkan informasi terbaru yang berkaitan dengan profesi dan keahlian
yang dimiliki.
Hal ini termasuk pengetahuan-pengetahuan terbaru, dan yang paling sering terjadi adalah ajang membangun hubungan mutualisme profesional antara para profesional dengan para konsultan pencari kandidat dari kalangan profesional, serta membangun hubungan bisnis antar para pelaku bisnis atau usaha.
Hal ini termasuk pengetahuan-pengetahuan terbaru, dan yang paling sering terjadi adalah ajang membangun hubungan mutualisme profesional antara para profesional dengan para konsultan pencari kandidat dari kalangan profesional, serta membangun hubungan bisnis antar para pelaku bisnis atau usaha.
Manfaat Linkedin memang besar sekali dalam meningkatkan usaha kita untuk mendapatkan kesempatan karir yang lebih baik, peluang bisnis yang lebih besar, atau sebagai salah satu referensi meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan profesi dan keahlian kita.
Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan akun linkedin, yang tidak bisa disamakan dengan saat kita menggunakan media sosial yang lain.
Berikut 7 Tips Cerdas Menggunakan Akun Linkedin agar manfaat dari media sosial ini bisa di maksimalkan:
1. Buatlah Profil kita Menarik dan Memberikan Kesan yang Bagus.
Karena Linkedin konsepnya untuk kalangan profesional, maka profil kita yang seperti curriculum vitae itu yang menjadi hal pertama yang dilihat oleh orang lain. Jika orang tersebut belum pernah kita kenal atau temui sebelumnya, maka profil kita adalah salah satu yang menjadi bahan penilaian orang tersebut tentang kita.
Dan disini diperlukan kesan awal yang bagus bagi orang lain, sehingga orang lain yang melihat profil kita akan memiliki pandangan positif kepada kita, dan mungkin saja tertarik masuk dalam salah satu jaringan pertemanan profesional kita.
2. Buatlah Image atau Personal Brand kita secara Profesional.
Image atau Personal Brand adalah identitas diri yang kita ciptakan yang berasal dari kepribadian asli kita yang lebih baik. Maka dari itu kita harus memperlakukannya secara profesional seperti layaknya merek-merek produk terkenal.
Dengan membangun image yang bagus maka akan memberikan suatu pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi orang lain yang berhubungan dengan kita, sehingga bisa menciptakan hubungan yang terus menerus berkesinambungan.
Yang perlu diingat, Linkedin adalah tempat para profesional, maka jagalah jangan sampai kita menggunakan akun Linkedin untuk posting sesuatu yang bersifat pribadi seperti membicarakan hal-hal yang tidak profesional, membicarakan perasaan kita, ataupun dipakai untuk galau-galauan.
3. Bersikap Sopan dan Ramah, serta tetap menjaga Etika Profesionalitas.
Pastikan bahasa yang kita gunakan pada saat melakukan interaksi sosial dengan orang lain di Linkedin adalah bahasa formal. Tidak perlu kaku walaupun harus menggunakan bahasa formal, yang penting pada saat kita melakukan interaksi sosial apakah itu chat ataupun mengirim pesan, perlihatkan ketulusan dan keramahan kita lewat bahasa yang kita gunakan, sehingga orang yang menerima pesan kita mengetahui keramahan dan ketulusan hati kita.
Pastikan juga kita selalu melakukan komunikasi secara berkala kepada masing-masing orang di jaringan pertemanan profesional kita. Hal itu bisa dilakukan, seperti misalnya ada yang mendapatkan promosi di tempat kerjanya, maka kirimkanlah ucapan selamat atas promosinya.
Hal-hal sederhana semacam ini bisa memperkuat hubungan profesional kita.
4. Usahakan Bertemu Secara Langsung (Offline).
Dalam jaringan profesional Linkedin, bertemu secara langsung (offline) masih sangat penting artinya. Karena biasanya jika sudah pernah bertemu offline, maka interaksi sosial kedepannya akan lebih mudah, karena biasanya dengan pertemuan secara offline dapat membangun hubungan yang lebih dalam, dan tentunya memberi kesan tersendiri yang tidak mungkin bisa didapat dari pertemuan secara online.
4. Usahakan Bertemu Secara Langsung (Offline).
Dalam jaringan profesional Linkedin, bertemu secara langsung (offline) masih sangat penting artinya. Karena biasanya jika sudah pernah bertemu offline, maka interaksi sosial kedepannya akan lebih mudah, karena biasanya dengan pertemuan secara offline dapat membangun hubungan yang lebih dalam, dan tentunya memberi kesan tersendiri yang tidak mungkin bisa didapat dari pertemuan secara online.
Jika hasil pertemuan positif, ada batasan-batasan yang bisa terbuka lebar setelah bertemu secara offline, yang tentunya dapat meningkatkan keberhasilan mencapai tujuan kita. Maka dari itu sebagian besar profesional yang menjalin interaksi sosial secara offline umumnya lebih berhasil mencapai tujuan dibanding yang hanya melakukan interaksi sosial secara online saja.
5. Memahami bahwa Tidak Semua profesional Ingin Berinteraksi.
Terkadang profesional yang baru bergabung di Linkedin sangat bersemangat untuk membangun jaringan pertemanan profesional dengan para profesional lain di Linkedin. Apalagi jika sebelumnya sudah pernah menggunakan media sosial lain seperti Facebook atau Google+.
Memang untuk beberapa profesional yang tergabung di Linkedin ada yang memiliki keinginan yang sama untuk memiliki jaringan pertemanan profesional baru dengan orang-orang baru yang belum pernah dikenal dan ditemui sebelumnya.
Namun ada sebagian profesional tidak menyukai hal ini. Harus ada alasan kuat untuk membangun jaringan pertemanan profesional bagi mereka, karena mereka sangat ingin privasi mereka terjaga.
Nah hal seperti ini yang perlu diperhatikan oleh para profesional yang baru menggunakan akun Linkedin untuk pertama kalinya. Ada peraturan-peraturan dan etika-etika tidak tertulis yang perlu dipahami dan diikuti jika kita ingin membangun personal brand kita sekaligus jaringan pertemanan profesional kita di Linkedin.
6. Hindarilah Beriklan dan Spam saat berinteraksi.
Kebanyakan profesional di Linkedin tidak menyukai menerima informasi ataupun pesan yang mengiklankan sesuatu. Pada saat mereka mengerti bahwa pesan kita ataupun maksud kita untuk memiliki jaringan pertemanan profesional dengan mereka adalah untuk menjual sesuatu kepada mereka, maka kredibilitas dan image kita di mata mereka langsung hancur.
Apalagi jika pesan kita berupa spam yang mengiklankan perusahaan kita atau diri kita, maka akan banyak profesional-profesional yang menerima spam tersebut menolak untuk memiliki jaringan pertemanan profesional dengan kita.
Pastikan orang lain mengetahui bahwa melakukan interaksi sosial dan membangun hubungan dengan mereka adalah sesuatu yang tulus, yang maksudnya bukan hanya untuk mendapatkan suatu pekerjaan atau bisnis baru.
Untuk hal ini sebaiknya buat pesan khusus di bagian profil kita yang menginformasikan secara jelas apa yang menjadi pekerjaan kita dan fokus kita saat ini.
7. Maksimalkan keberadaan Grup-grup.
Cobalah untuk bergabung menjadi bagian dari sebanyak mungkin grup-grup di Linkedin, dibandingkan hanya fokus melakukan interaksi sosial atau saling berkirim pesan dengan satu atau beberapa orang dari jaringan pertemanan profesional kita.
Ikutlah melakukan interaksi sosial di dalam grup-grup tersebut dengan berpartisipasi aktif dalam memulai suatu diskusi dan atau merespon pertanyaan atau komentar dari anggota grup.
Pada kenyataannya, memperkenalkan diri di grup jauh lebih mudah daripada dengan para individu yang belum kita kenal, karena dengan berpartisipasi aktif maka secara otomatis kita memperkenalkan diri kita dan anggota grup tahu keberadaan kita di Linkedin, sekaligus mendemonstrasikan keahlian dan pengetahuan kita yang bisa saja membuat kesan bagus diantara anggota grup.
Tentu pada akhirnya mereka akan tertarik untuk membangun jaringan pertemanan profesional dengan kita tanpa usaha yang lebih rumit seperti dengan para individu.
Demikian 7 Tips Cerdas Cara Menggunakan Akun Linkedin yang mungkin bisa memberi pencerahan bagi kita yang ingin aktif di Linkedin atau ingin membangun personal brand diantara para profesional.
Melihat manfaat yang ditawarkan oleh media sosial Linkedin ini, maka seharusnya dengan memaksimalkan penggunannya dengan memperhatikan tips-tips yang sudah dijelaskan sebelumnya, mudah-mudahan apa yang menjadi tujuan kita bisa tercapai.
Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana
Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1






