Inspirasi dan Motivasi Sukses Memiliki Penghasilan Pasif dengan Kerja Online

Mau Penghasilan Tambahan?

Showing posts with label karyawan. Show all posts
Showing posts with label karyawan. Show all posts

10 Sudut Pandang Pengusaha Sukses


Sudut Pandang Pengusaha Sukses adalah salah satu hal yang membedakan antara pengusaha sukses dengan yang belum sukses. Pengusaha atau Pebisnis itu adalah orang-orang yang memiliki pemikiran dan tindakan yang berbeda dengan kebanyakan orang pada umumnya. Pengusaha sukses itu bukanlah orang-orang yang hanya bermodal nekat untuk berhenti menjadi karyawan dan memulai bisnis dengan pemikiran akan menjadi boss diri sendiri, dan bisnisnya akan membuatnya cepat kaya seperti pemilik perusahaan tempat dulu dirinya bekerja. Modal paling penting dari seorang pengusaha sukses itu adalah pola pikir dan mental sebagai pengusaha yang terdiri dari cara berpikir, sudut pandang yang dimiliki, cara belajar, cara menilai, cara bertindak, dan keberanian yang akan membawa kesuksesan bagi mereka.

10 Sudut Pandang Pengusaha Sukses

Kebanyakan orang masih diam dan jalan di tempat sambil berkhayal nikmatnya menjadi seorang pengusaha sukses yang kaya raya, boss diri sendiri, dan memiliki bisnis sendiri. Mau apa-apa tinggal tunjuk, perintah sana sini. Sementara para pengusaha sukses memahami bahwa sebagai seorang pengusaha, mereka dituntut untuk berpikir dan bertindak dalam level yang lebih tinggi. Mereka memahami impian yang besar hanya dapat dicapai dengan usaha yang besar pula yang dalam perjalanan menjemput impian itu tidak semudah yang di dalam khayalan. Kebanyakan orang senang berkhayal dan mau mendapatkan hasilnya, namun hanya sedikit sekali yang mau dengan kerjanya. Kalau sudah begini, ya cukup jadi penonton saja yang menyaksikan para pemain menjadi sukses.

Berikut ini adalah 10 sudut pandang pengusaha sukses yang berbeda dengan sudut pandang kebanyakan orang, yang merupakan rahasia sukses mereka:

1. Masalah dan Hambatan adalah Tantangan dan Kesempatan.
Kegagalan sementara, rintangan, hambatan, masalah, adalah merupakan tantangan yang pasti ditemui oleh seorang pengusaha. Kebanyakan orang akan merespon tantangan ini dengan penuh stres dan pesimis dengan melihat semua tantangan tersebut merupakan pengalaman buruk pembuat trauma yang menjadi penghambat kemajuan pekerjaan atau bisnis mereka. Namun sebagai seorang pengusaha, kita akan menemukan banyak sekali tantangan-tantangan semacam ini sebagai ujian kita naik kelas ke level sukses yang lebih tinggi. Dan dengan bersikap seperti kebanyakan orang, seorang pengusaha tahu bahwa akan berdampak pada perkembangan bisnisnya yang akan mengalami penurunan dan menuju kehancuran.

2. Disiplin adalah Syarat Mutlak.
Bagi kebanyakan orang, menerapkan disiplin pada pola hidup dan pekerjaannya merupakan suatu beban yang membutuhkan suatu motivasi, pikiran, dan tenaga yang lebih dari biasanya. Sementara bagi pengusaha sukses, disiplin merupakan gaya hidup dan gaya kerjanya yang merupakan suatu kebiasaan yang normal dilakukan, yang bukan merupakan suatu beban. Untuk bisa menjadi displin seperti pengusaha sukses, kita harus mengetahui apa yang kita inginkan dan bersedia melakukan apa saja untuk mencapai keinginan kita.

3. Segala Sesuatu butuh Usaha dan Tindakan.
Tantangan dalam bisnis itu sangat bermacam-macam dan secara konsisten berubah-ubah dan menuntut para pengusaha untuk secara konsisten memutar otak mencari jalan untuk mengantisipasi bisnisnya hancur karena tidak bisa mengatasi tantangan yang ada. Setiap pengusaha sukses sangat waspada dan fokus untuk mengantisipasi akan hal ini dengan segala usaha, tindakan, dan daya upaya agar bisnisnya mengalami kesuksesan. Seorang pengusaha sukses memiliki banyak sekali tujuan-tujuan yang harus dicapai dalam bisnisnya yang merupakan peta jalan menuju impiannya. Ketika mereka mencapai salah satu tujuan, mereka sudah merencanakan persiapan untuk perjalanan mencapai tujuan berikutnya. Mereka tidak pernah tinggal diam dan terlena menikmati eforia sesaat. Mereka terus bergerak cepat, berusaha dan bertindak.

4. Uraikan sesuatu yang Besar menjadi elemen-elemen Kecil.
Cara ini cocok diterapkan pada suatu masalah ataupun dalam suatu solusi. Jika pengusaha memiliki suatu proyek besar, maka dia akan menguraikannya menjadi elemen-elemen kecil yang merupakan tujuan-tujuan kecil yang harus dicapai untuk mencapai tujuan besarnya. Sebagai contoh jika ada pohon besar merintangi jalan yang ingin kita lewati. Jika kita sendirian mengangkat atau menggeser pohon tersebut tentunya akan sulit sekali. Namun jika kita memotong pohon tersebut sebesar ukuran yang bisa kita angkat atau geser, maka pada akhirnya kita bisa memindahkan keseluruhan pohon tersebut dari jalan. Ini merupakan tujuan kecil. Dan pada akhirnya kita bisa melewati jalan tersebut dan meneruskan perjalanan kita. Dan ini merupakan tujuan besarnya.

5. Pesaing adalah Bahan Pelajaran dan Penelitian.
Kebanyakan orang melihat bahwa pesaing itu adalah sebuah ancaman yang dapat menyaingi bisnis kita, merebut pasar kita, dan dapat membuat bisnis kita bangkrut. Namun seorang pengusaha melihat pesaing sebagai sebuah kesempatan baginya untuk mempelajari dan meneliti lebih jauh tentang bisnis yang sedang dijalankannya dan respon pasar yang menjadi target terhadap produk atau jasanya. Dengan mempelajari dan meneliti cara pesaing menjalankan bisnisnya, memasarkan, dan menjual, maka kita dapat membandingkan dengan yang kita lakukan di bisnis kita. Dengan begini kita akan bisa mempelajari dan menambah pengalaman tentang apa yang bisa membuat bisnis kita lebih baik dari mereka, pertahankan yang sudah lebih baik dan perbaiki yang masih kurang baik. Dari sini kita bisa memiliki pengalaman tidak hanya dengan menjalankan bisnis kita sendiri, namun bisa dengan mempelajari dan meneliti apa yang dilakukan oleh pesaing kita.

6. Kesempurnaan adalah Penghambat Kemajuan.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Kesempurnaan adalah Musuh dari Kemajuan”. Seorang pengusaha sukses sangat memahami bahwa untuk menjalankan bisnis itu tidak butuh suatu kesempurnaan, yang penting bisnisnya lancar dan menguntungkan. Namun memang banyak para pengusaha muda atau pebisnis pemula yang terperangkap dengan kesempurnaan visi mereka, karena visi yang ada dalam pikiran kita selalu sempurna. Jika kita terus mengejar kesempurnaan tersebut, maka seperti penulis yang setelah selesai menulis sebuah buku dan membaca lagi, maka dia akan menemukan ada saja yang kurang atau belum sempurna dalam tulisannya, yang mana pada akhirnya buku tersebut tidak juga jadi diterbitkan karena si penulis selalu ingin menyempurnakan tulisannya dengan membacanya ulang lagi dan lagi.


7. Kesalahan adalah Hal Biasa.
Coba tanyakan pada pengusaha sukses, apakah mereka sering membuat kesalahan? Pasti jawabannya ya. Lalu apa bedanya dengan yang belum sukses? Bedanya, pengusaha sukses sering membuat kesalahan baru, bukan mengulangi kesalahan yang sama. Mengulangi kesalahan yang sama berulang-ulang menandakan kita tidak pernah belajar dari kesalahan. Membuat kesalahan baru, itu tandanya kita sedang mempelajari sesuatu yang baru, sesuatu yang bisa menambah pengetahuan kita, sesuatu yang diluar yang kita bisa saat ini. Pengusaha sukses tidak pernah takut untuk membuat kesalahan, karena mereka mengerti bahwa membuat kesalahan merupakan proses belajar, dan mereka sangat memahami cara belajar dari kesalahan.

8. Sukses Bukan berasal dari Kebetulan dan Keajaiban.
Para pengusaha sukses yang kita ketahui tidak begitu saja tiba-tiba langsung sukses. Tidak begitu saja tiba-tiba mendapatkan ide cemerlang entah darimana yang bisa membuatnya sukses. Ada waktu dimana mereka mencurahkan segala pikiran dan tenaga, usaha dan tindakan, mengalami kegagalan berkali-kali, jatuh dan bangkit lagi, sampai mereka menemukan suatu ide cemerlang yang akhirnya memberikan kesuksesan pada bisnis mereka.

Tidak akan pernah ada jalan pintas menuju kesuksesan, tidak akan pernah ada keajaiban tanpa didahului dengan perjuangan dan pengorbanan, tidak akan pernah ada kesuksesan yang dicapai dengan cara instan karena kesuksesan itu dicapai dari suatu proses. Pengusaha sukses sangat memahami hal ini. Menunggu ide cemerlang dengan mengandalkan kebetulan, keajaiban, wangsit, atau ilmu gaib, yang akan membawa kesuksesan bagi kita adalah suatu pekerjaan yang sia-sia. Hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha apapun, juga merupakan pekerjaan yang sia-sia.

9. Berbisnis adalah Gaya Hidup.
Menjadikan berbisnis sebagai gaya hidup itu memiliki arti bahwa apapun yang kita lakukan dalam hidup kita merupakan suatu pekerjaan yang selalu berhubungan dengan bisnis kita. Kita akan selalu membawa bisnis kita kemanapun kita pergi. Pergi sebagai seorang pengusaha, pulang sebagai seorang pengusaha, tidur sebagai seorang pengusaha, bangun sebagai seorang pengusaha. Tidak ada batasan antara hidup dan pekerjaan bagi seorang pengusaha sukses. Hidupnya adalah pekerjaannya, dan pekerjaannya adalah hidupnya. Untuk dapat bertahan dalam gaya hidup seperti ini, kita harus memiliki pola pikir dan mental sebagai seorang pengusaha. Menjadi pengusaha sukses bukan berasal dari bakat bisnis yang dimiliki, namun lebih kepada kesiapan diri kita menghadapi tantangan-tantangan yang sudah menunggu di depan kita.

10. Masukan dari orang lain sangat Berharga.
Pengusaha sukses merupakan seorang pimpinan bagi tim kerja yang dimilikinya. Pemimpin yang baik selalu memahami cara-cara berkomunikasi yang baik. Tidak hanya memberi arahan, namun mendengarkan masukan-masukan yang berharga dari tim kerjanya merupakan bagian dari komunikasi yang baik. Banyak pengusaha yang belum sukses atau yang tadinya sukses, sangat kaku dalam memimpin tim kerjanya. Mereka tetap bertahan dengan cara-cara lama, berkomunikasi dengan kaku yaitu hanya komunikasi satu arah dan tidak mendengarkan masukan-masukan dari tim kerjanya, dan selalu berpikir bahwa tim kerjanya tidak tahu apa-apa. Dengan menolak untuk menerima sesuatu yang positif dan perubahan yang terjadi, maka bisnisnya tidak tumbuh dan cenderung mengalami penurunan. Pengusaha sukses juga selalu mencari orang-orang yang memiliki pengalaman yang berbeda dan melihat dari sudut pandang yang berbeda atau baru untuk lebih memperkaya pengetahuannya dan atau untuk menguatkan sudut pandangnya.

Demikian 10 sudut pandang pengusaha sukses yang yang berbeda dengan sudut pandang kebanyakan orang, dan ternyata membawa mereka kepada kesuksesan. Apakah bisa kita pelajari dan coba terapkan dalam bisnis yang kita jalankan saat ini? Jawabannya tentu saja tergantung kita sendiri. Seberapa besar keinginan kita untuk sukses, seberapa besar usaha yang kita lakukan untuk mencapai keinginan kita, seberapa kuatnya impian kita, dan seberapa kuatnya tindakan kita mewujudkan impian tersebut. Hidup adalah pilihan, mau sukses atau tidak semua tergantung kita.


Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana

Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1

10 Tips Cara Jualan Pengusaha Sukses

Tips cara jualan pengusaha sukses adalah suatu tips yang sangat perlu dipelajari oleh para pebisnis pemula atau yang belum sukses. Seorang pengusaha sukses pernah mengatakan bahwa di perusahaan yang didirikannya, dia menuntut setiap posisi dan setiap karyawan yang ada di dalam organisasinya untuk bisa jualan. Dan sebenarnya ini hanya sebuah penegasan terhadap sesuatu yang menjadi kewajiban, namun umumnya kurang disadari oleh para karyawannya.

10 Tips Cara Jualan Pengusaha Sukses

Setiap karyawan itu sebenarnya sedang jualan. Mulai dari melamar kerja, para karyawan tersebut sudah jualan dengan menawarkan profil diri yang berisikan tentang kemampuannya dan apa yang bisa dikerjakannya ke banyak perusahaan dengan tujuan mencari perusahaan yang tertarik untuk merekrutnya menjadi karyawan. Setelah salah satu dari perusahaan itu merekrutnya, para karyawan juga tetap harus jualan, yaitu jualan ide-ide cemerlang disamping jualan tenaga yang dimilikinya tergantung posisinya seperti apa di perusahaan. Dan yang paling penting saat mereka bekerja di perusahaan tersebut, mereka harus bisa jualan nama baik perusahaan tersebut kepada orang lain melalui perkataan, perbuatan, dan sikap mereka saat bersosialisasi dengan orang-orang di luar organisasi perusahaan.


Seorang pengusaha tentunya adalah seorang penjual. Jualan adalah pekerjaannya yang paling utama. Baik itu jualan produk dan jasa. Produk yang dijual bisa bermacam-macam seperti produk kebutuhan sehari-hari, produk kecantikan dan kesehatan, produk hiburan, produk pendidikan, dan masih banyak lagi. Sementara jasa yang dijual juga bermacam-macam seperti jasa konsultasi yang bisa memberikan saran dan rekomendasi yang tidak terpikirkan oleh para kliennya, jasa kurir, jasa pelayanan kebersihan, jasa pelayanan keamanan, dan masih banyak lagi.


Banyak sekali memang buku-buku, artikel-arikel, bahkan training-training yang memiliki topik tentang tips-tips jualan yang sukses. Dari kesemuanya itu ada beberapa tips yang selalu hadir dalam setiap pembahasan. 

Berikut ini adalah 10 tips cara jualan pengusaha sukses yang bisa kita pelajari dan praktekkan dalam pekerjaan kita agar bisa ikutan sukses juga:


Spesialisasikan diri jualan satu macam produk atau jasa.

Mitos yang mengatakan bahwa tenaga penjual terbaik bisa menjual apa saja kepada siapa saja adalah mitos yang kurang tepat. Hal ini sama saja mengatakan seorang olahragawan terbaik bisa melakukan olahraga apa saja. Mungkin bisa melakukan, tapi belum tentu ahli. Contoh lain yaitu dengan menganggap seorang musisi terbaik bisa memainkan seluruh alat musik. Intinya adalah makin kita memilki spesialisasi terhadap suatu produk atau jasa yang kita jual, maka makin kita memahami secara mendalam kelebihan dan kekurangan produk atau jasa yang kita jual, yang membuat kita makin ahli menjawab pertanyaan-pertanyaan prospek sampai memberi solusi atau alternatif yang bisa membuat prospek senang untuk berbisnis dengan kita. Dan jika hal ini terjadi, maka peluang kita untuk berhasil jualan makin besar.



Mengelompokkan dan menyortir daftar prospek

Ketika ingin jualan, tentunya kita membutuhkan sebuah daftar yang berisikan nama-nama prospek. Dan tentunya agar lebih mengoptimalkan penggunaan waktu, kita juga mau yang ada di daftar prospek tersebut adalah prospek-prospek yang memang memiliki peluang besar untuk membeli apa yang ingin kita jual. Maka dari itu kelompokkan dan sortir daftar prospek yang kita miliki sehingga kita memiliki daftar yang mungkin lebih sedikit dari daftar sebelumnya, namun dapat membuat kita lebih fokus, menggunakan waktu secara optimal, dan peluang mencapai keberhasilan dalam jualan akan cukup besar.


Cari tahu segala hal tentang prospek terlebih dahulu.

Jangan pernah menghubungi prospek sebelum kita mencari tahu segala hal tentang dirinya. Yang terpenting cari tahu apa masalah dan kebutuhan prospek dan apakah yang akan kita tawarkan dapat memberi solusi untuk masalah dan kebutuhan prospek, serta cari sebuah alasan kuat kenapa nantinya prospek akan tertarik untuk membeli dari kita.


Mulailah percakapan atau obrolan dengan prospek.

Sebelum kita masuk kepada tahap menawarkan apa yang kita jual, kita harus memulai percakapan atau obrolan terlebih dahulu dengan prospek, baik itu offline maupun online. Jadikan tujuan awal kita adalah memulai percakapan dengan prospek. Hal ini sangat berguna sekali untuk kita mempelajari apa yang sebenarnya menjadi masalah dan kebutuhan prospek. Dengan demikian maka kita dapat mengoptimalkan waktu yang kita miliki dengan memutuskan untuk lanjut menawarkan apa yang kita jual atau tidak.


Buatlah prospek merasa nyaman berinteraksi dengan kita.

Tidak ada yang salah menjadikan jualan sebagai pekerjaan kita atau sebagai jalan untuk mewujudkan impian kita. Yang suka salah itu adalah sikap penjual yang terlalu fokus untuk berhasil dalam jualan sehingga melupakan tahapan-tahapan sukses dalam jualan. Coba sekarang tanya pada diri sendiri, bagaimana kita menyikapi seseorang yang menawarkan kartu kredit, parfum, atau asuransi baik itu waktu kita jalan di mall atau lewat telepon. Terlepas dari apa latar belakangnya dan apa yang dipelajarinya tentang teknik jualan, namun seringnya mereka terkesan agak memaksa dan seperti tidak mau mendengarkan apa yang kita katakan. Yang kita alami, mereka berusaha membombardir kita dengan semua informasi tentang apa yang dijualnya secara panjang lebar, dan tidak mempedulikan apakah kita tertarik dan membutuhkan apa yang mereka tawarkan atau tidak. Sebagian besar teman-teman saya yang memiliki pengalaman serupa bercerita bahwa jika menghadapi hal seperti ini mereka akan buru-buru pergi, menghindar, atau tidak merespon, sampai langsung menutup telepon dan memblok orang tersebut. Padahal ada beberapa teman saya yang sebenarnya membutuhkan apa yang mereka tawarkan tersebut, namun karena tidak nyaman dengan cara mereka menawarkan jualan mereka, maka teman-teman saya langsung menolak. Maka dari itu pengantar atau pembukaan sebelum masuk ke dalam tahapan menawarkan apa yang kita jual itu sangat penting untuk keberhasilan jualan.


Nilailah prospek secara cepat.

Ketika kita terlibat percakapan dengan prospek, tujuan kita adalah mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh prospek, dan apakah yang akan kita jual dapat menjadi solusi untuk kebutuhannya tersebut, serta yang paling penting apakah prospek memiliki kemauan dan daya beli. Jika prospek tidak memiliki kebutuhan yang sesuai dengan jualan kita, tidak memiliki kemauan atas peluang bisnis yang kita tawarkan, apalagi tidak memiliki daya beli, maka hapuslah prospek dari daftar prospek yang potensial. Jangan buang waktu kita dan prospek lebih lama lagi. Jadikan prosesnya menjadi lebih efisien.



Fokus pada orang-orang di sekitar prospek

Ketika kita mencari tahu apa kebutuhan prospek, cari tahu juga siapa orang-orang terdekat prospek yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup prospek. Dan cari tahu apa yang dibutuhkan orang-orang terdekat prospek dan apakah mereka biasanya mendapatkan kebutuhannya lewat prospek. Jika iya, maka ini merupakan sebuah alternatif lain untuk membuat kita sukses jualan. Bantulah prospek untuk dapat memenuhi kebutuhan orang-orang terdekatnya, dan jika memungkinkan dekati dahulu orang-orang terdekatnya tersebut dengan tujuan menginformasikan mereka bahwa kita memiliki apa yang dapat menjadi solusi untuk kebutuhan mereka. Lebih lanjut diharapkan orang-orang terdekat prospek tersebut yang akan memberi pengaruh kepada prospek untuk membeli dari kita.


Beradaptasi dengan proses pembelian.

Jualan itu esensinya bukanlah sesuatu yang kita lakukan kepada prospek, namun sesuatu yang kita lakukan untuk prospek. Jika kita memahami hal ini maka kita bisa memahami proses pembelian prospek, bagaimana mereka membuat keputusan untuk membeli, bagaimana mereka membuat keputusan membeli dari kita atau orang lain, dan bagaimana prospek merasa terbantu dengan menemukan solusi atas kebutuhan hidupnya dari produk, jasa atau peluang yang kita tawarkan. Intinya dalam jualan adalah kita harus memiliki tujuan untuk membantu prospek menemukan solusi untuk masalah hidupnya melalui apa yang kita jual. Prospek yang merasa puas dengan mendapatkan solusi dari kita, akan menjadi solusi juga untuk jualan kita.


Jualan memiliki arti memastikan prospek membeli.

Jika kita memiliki prospek yang sangat potensial, yang kita tahu memiliki peluang besar untuk membeli apa yang kita tawarkan kepada mereka. Akan sangat menyakitkan jika pada akhirnya kita tidak mendapatkan pembelian dari prospek seperti ini. Namun yang lebih menyakitkan adalah jika kita tidak memiliki keberanian bertindak sampai akhir dari percakapan untuk menawarkan jualan kita. Jika kita tidak memiliki keberanian, atau menunggu terlalu lama, maka kita akan mengalami kegagalan dalam jualan.


Bangunlah hubungan jangka panjang.

Untuk mencapai keberhasilan dalam jualan, kita harus membangun hubungan jangka panjang dengan prospek lewat komunikasi yang konsisten secara berkala dan membantu prospek disaat prospek membutuhkan bantuan. Jadikan prospek itu sebagai teman atau seperti keluarga yang siap kita bantu, jangan pernah jadikan prospek hanya sebagai target jualan. Jika kita melakukan hal ini maka kita sebenarnya sudah menjadikan prospek-prospek kita tersebut menjadi pelanggan kita, yang sekaligus secara tidak langsung  membantu mempromosikan kita kepada orang-orang yang mereka kenal. Maka dari itu sangatlah penting untuk menjalin komunikasi yang baik dan meninggalkan kesan baik kepada mereka.


Demikianlah 10 tips cara jualan pengusaha sukses yang dapat dibagi kepada teman-teman semua disini. Mudah-mudahan tips-tips ini dapat berguna bagi teman-teman yang membutuhkan inspirasi dan solusi dalam melakukan jualan.

Detty Indriana
Senior Gold Director Oriflame Indonesia
Whatsapp 08129897914
SMS | Telp 08129897914
Linkedin : http://id.linkedin.com/in/dettyindriana

Inbox Facebook : https://www.facebook.com/dettyindriana1

Cara Aman Beralih Profesi | Karyawan Jadi Pebisnis

Tahapan apa yang perlu diambil oleh seorang Karyawan yang memiliki niatan untuk jadi boss diri sendiri, yaitu seorang Karyawan yang Beralih Profesi menjadi seorang Pebisnis, dengan meminimalkan resiko akibat dari keputusan yang kita ambil? Tahapan Transisi.

Secara sederhana transisi yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Seorang Karyawan yang ingin Merubah Hidupnya menjadi Lebih Baik.
2. Seorang Karyawan yang memiliki Bisnis Sampingan.
3. Seorang Mantan Karyawan yang sekarang full time menjadi Pebisnis.

Cara Aman Beralih Profesi | Karyawan Jadi Pebisnis

1. Seorang Karyawan yang ingin Merubah Hidupnya menjadi Lebih Baik.
Ini merupakan tahapan yang menjadi posisi awal, yaitu seorang karyawan. Sebagai seorang karyawan, baik itu dikantoran atau jadi buruh di pabrik, pada hakekatnya sama saja.

Sama-sama bekerja untuk orang yang punya perusahaan, memiliki atasan atau boss, penghasilan berasal dari gaji, memiliki jam kerja dan peraturan yang mengikat karyawan untuk mematuhinya, memiliki lokasi kerja dimana kantor atau pabrik tersebut berada.

Bosan dengan siklus kerja berangkat pagi pulang sore macet-macetan dan segala politik kantor yang memuakkan di tempat kerja. Ditambah karir dan penghasilan yang cuma gitu-gitu aja walaupun sudah rajin bekerja dan hasil kerja sudah sesuai bahkan diatas yang diharapkan oleh perusahaan.

Menjalani siklus yang membosankan tersebut hari demi hari dan berada di lingkungan kerja yang kurang kondusif lama-lama dapat membuat kualitas hidup kita menurun dan dalam jangka panjang dapat membuat motivasi menurun dan atau terbawa perilaku negatif yang diakibatkan oleh lingkungan tersebut.

Jika dihadapkan dengan situasi yang seperti ini ada beberapa pilihan yang dilakukan oleh karyawan, biasanya:
1. Berusaha sendiri atau berkelompok dengan rekan kerja untuk merubah keadaan menjadi lebih baik.
2. Berbicara dengan atasan atau departemen sumber daya manusia (HRD) tentang concern kita, dan berharap akan ada solusi jitu dari mereka akan concern kita.
3. Mencari lingkungan kerja baru (pindah tempat kerja).
4. Mencari bisnis sampingan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Dari pengalaman saya selama 15 tahun bekerja, dan dari diskusi-diskusi dan pengalaman rekan-rekan sejawat, pilihan no.1 dan 2 kemungkinan berhasilnya sangat kecil.
 

Pilihan no. 3 dan 4 yang paling mungkin. Dan memang faktanya banyak yang mengambil pilihan ini.


2. Seorang Karyawan yang memiliki Bisnis Sampingan.
Mencari lingkungan atau tempat kerja baru itu susah susah gampang. Karena nyebut susahnya dua kali, jadi anggap saja lebih banyak susahnya.  :D
 

Kadang yang bikin susah dapat tempat baru itu bukan karena kualifikasi yang kita miliki dibawah standar kualifikasi calon tempat kerja baru, namun bisa karena kualifikasi kita jauh diatas kualifikasi yang mereka tetapkan, dan mereka pastinya sungkan untuk menawarkan karena takut gaji yang kita minta terlalu besar dari yang mereka tetapkan.

Yang paling mudah adalah mencari bisnis sampingan. Banyak sekali pilihannya dari yang butuh modal kecil sampai yang butuh modal besar, yang membangun bisnis mulai dari nol atau yang sekedar jadi investor pasif, yang dari mengharuskan memiliki lokasi yang strategis sampai yang hanya lewat online.


Semua pilihannya ada, tinggal sekarang kita tanyakan pada diri kita sendiri, apakah kita berani dan ada kemauan untuk mencoba berbisnis?

Kadang kendala terbesarnya adalah dari diri kita sendiri. Zona nyaman sebagai karyawan kadang membuat action kita setengah-setengah, dan kebanyakan ngga-nya. Keberanian untuk mencoba pun tidak ada sama sekali, kebanyakan mikir resikonya, kalau rugi gimana. Sayangnya setelah kepepet barulah semua pertimbangan itu buyar. 
Kebanyakan orang baru ada kemauan dan keberanian setelah kepepet. Dan sayangnya tidak banyak orang yang dapat bertahan, karena mental benar-benar akan diuji dalam kondisi ini.

Bagaimana Manajemen Resiko dalam bertransisi?
1. Ambil pilihan bisnis yang modalnya paling kecil.
Biasanya kalau modalnya kecil resikonya rugi atau gagalnya juga kecil, namun resiko untungnya atau suksesnya belum tentu sekecil modalnya.

2. Mulai bisnisnya disaat kita masih jadi karyawan.
Selain mengambil pilihan bisnis yang modalnya paling kecil, ambil juga pilihan bisnis yang bisa dikerjakan di waktu luang yang tidak mengganggu waktu bekerja sebagai karyawan. Dengan seperti ini, kita tidak akan kehilangan sumber penghasilan utama kita jika bisnis kita ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang kita targetkan. 

Jadi sebenarnya di tahap ini adalah tahapan yang paling nyaman untuk memulai bisnis, karena untuk apa masih ragu dan takut memulai toh resikonya kecil, dan jika hasilnya belum memuaskan toh kita tidak kehilangan sumber penghasilan utama. Sebenarnya keadaan ini adalah keadaan Nothing to Loose, malah kita mendapatkan pengalaman dari memulai menjalankan bisnis kita.

Kenapa harus memulai bisnisnya sekarang?
1. Masa mau selamanya jadi karyawan atau orang gajian.
Pasrah saja dengan kebijakan yang punya perusahaan. Sampai kapan kita membantu yang punya perusahaan membangun impiannya? Impian kita sendiri kapan dibangunnya?

2. Jangan tunggu kepepet.
Kalau sudah kepepet ngejalaninnya jadi ngga enak, semua serba terburu-buru padahal kita baru saja belajar.

Cara Aman Beralih Profesi | Karyawan Jadi Pebisnis


3. Seorang Mantan Karyawan yang sekarang full time menjadi Pebisnis.
Apa yang biasanya mendasari seorang karyawan beralih menjadi pebisnis penuh (full time)?
1. Sebagai mantan karyawan korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).
2. Bisnis sampingan kita mulai sukses dan menghasilkan.

Hasilnya sudah menyamai atau lebih besar dari gaji sebagai karyawan. Dan jika hasilnya mau lebih cepat membesar, dibutuhkan waktu ekstra untuk mengerjakannya, sehingga terasa bahwa waktu yang dihabiskan sebagai karyawan sangat mengganggu dan lebih baik dialihkan untuk meningkatkan penghasilan di bisnis.

Kalau alasan yang no. 1 itu jelas-jelas kita sudah kepepet. Mau ngga mau harus menjalankan bisnis, belum ada pilihan lain selama kita menunggu lamaran kerja kita ada yang memproses.

Kalau alasan yang no.2, ini yang dibilang orang Dream Comes True. Jika sudah di tahapan ini, pilihan hanya ada pada kita. Lebih enak punya pilihan kan daripada tidak punya?

Di tahap ini sudah jelas kita full time di bisnis, kita menjadi bos diri kita sendiri. Tidak ada peraturan yang mengekang, tidak ada boss atau atasan yang akan menegur atau mengingatkan, tidak ada waktu kerja yang mengikat sehingga kita bebas menentukan sendiri.

Di tahap ini adalah tahapan yang paling berbahaya sebenarnya, karena kita dasarnya karyawan, pas sudah di rumah, bebas melakukan ini itu, takutnya jadi terlena. Nah di tahapan ini yang paling dituntut adalah Disiplin dan Konsistensi.
Jika kita ingin merancang kehidupan yang sesuai impian kita, jadilah bos diri kita sendiri, dan bangun impian kita sendiri. Jangan tunggu sampai kepepet baru memulai.
Demikian Cara Aman Beralih Profesi Dari Karyawan Menjadi Pebisnis yang pernah saya lakukan. Gunakan tahapan transisi yang telah dijelaskan diatas untuk memulai berbisnis, maka dijamin kita bisa terbebas dari resiko yang tidak diinginkan.


Rofy Kurnia

Inbox Facebook : https://www.facebook.com/mrofykurnia

Bisnis seperti apa yang ingin kamu jalankan?

Yuk Ikutan!

Katalog Terbaru

FB Fan Page Saya

Profil Linkedin Saya

Yuk, Jemput Impian Kita!

Terima kasih atas kunjungannya, Teman

Arsip