Inspirasi dan Motivasi Sukses Memiliki Penghasilan Pasif dengan Kerja Online

Mau Penghasilan Tambahan?

Bisnis Oriflame Sudah Menjerumuskan Istriku (2)

Lanjutan kisah Bisnis Oriflame Sudah Menjerumuskan Istriku

Bulan kelima juga berhasil dilewati, dan penghasilan istri saya di bisnis Oriflame mencapai nilai sekitar Rp 2 jutaan. Ini tandanya dia sudah siap untuk memulai rencana kami, resign dari kantor dan ikut dengan saya tinggal di luar kota. Tapi… apa mau dikata, nasib ternyata berkata lain.


Saya dan istri hanya bisa berencana, namun tetap Tuhan jugalah yang menentukan hasil akhirnya. Rencana yang sudah kami susun dari jauh-jauh hari untuk kepindahan istri saya buyar seketika saat saya dipanggil oleh boss saya ke ruang rapat.

Bisnis Oriflame Sudah Menjerumuskan Istriku 2
Di ruang rapat tersebut ternyata sudah menunggu boss saya, bossnya boss saya, dan boss HRD. Wuiihhh, boss-boss semua kumpul dalam satu ruangan. 

Saya sudah sempat kaget dan berpikir apa kesalahan yang saya lakukan kok sampai saya dipanggil ke ruang rapat seperti mau disidang begini.

Saya coba ingat-ingat lagi ke belakang, tapi sepertinya semua hasil kerja saya tidak ada masalah. Akhirnya saya duduk dihadapan ketiga boss tersebut, sambil berpikir yang terburuk… PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Mereka mulai berbicara, sementara saya terus mendengarkan kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan akhirnya saya tahu mereka membawa sebuah berita. 

Sebuah berita yang membuyarkan rencana kepindahan istri saya untuk ikut dengan saya tinggal di luar kota, yang sudah kami rencanakan dengan matang dari jauh-jauh hari.

Saat itu saya seakan tidak percaya dengan apa yang saya dengar dari mereka. Ternyata mereka membawa berita baik untuk saya. Saya akan ditugaskan kembali di kantor pusat di Jakarta mulai bulan depan.

Setelah keluar dari ruang rapat, saya tidak sabar untuk memberi tahu istri saya tentang hal ini. Akhirnya dengan keadaan ini kami merubah kembali rencana-rencana hidup kami selanjutnya.


Rencana kepindahan istri saya tentunya dibatalkan, namun kami memiliki rencana baru yaitu berencana memiliki buah hati. Rencana yang merupakan impian kami berdua setelah menikah. Apalagi kedua orang tua kami sudah sangat menginginkan menimang-nimang cucu.

Setelah akhirnya saya pindah kembali ke Jakarta dan bekerja di kantor pusat, tidak berapa lama istri saya mengandung. Dan setelah bulan kelima usia kandungan, tiba-tiba istri saya kembali meminta izin kembali pada saya. Kali ini dia meminta izin untuk resign dari kantor setelah anak kami lahir.


Dia ingin mengasuh sendiri anak kami di rumah. Dia tidak suka anak kami diasuh oleh orang lain seperti menggunakan jasa pengasuh anak, karena mungkin dia banyak mendengar dari teman-teman kantornya kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi pada anak-anak yang ditinggal dengan pengasuh anak saat ibunya bekerja di luar rumah.

Saya sangat senang mendengar rencananya untuk mengasuh sendiri anak kami di rumah, namun di sisi lain saya tahu bahwa keluarga kami membutuhkan penghasilan istri saya dari kantor sebagai tambahan atas penghasilan saya untuk menghidupi keluarga kami.


Setelah berdiskusi agak panjang, akhirnya kami menemukan solusi terbaik. Solusinya adalah istri saya akan resign dari kantor saat penghasilannya dari bisnis Oriflame dapat menyamai gajinya sebagai karyawan di kantoran.

Lalu bagaimana jika anak kami lahir namun penghasilan istri saya dari bisnis belum bisa menyamai gaji kantornya? Untuk hal ini kami mengambil keputusan untuk pindah ke rumah orang tua kami, dan meminta bantuan mereka untuk menjaga anak kami saat kami bekerja di kantor. Awalnya kami tidak mau merepotkan orang tua kami, namun hanya ini solusi terbaik yang bisa kami ambil saat itu.

Istri saya tahu benar bahwa dia harus secepatnya memastikan penghasilannya di bisnis Oriflame bisa menyamai gajinya di kantor. Saat itu gajinya sebagai karyawan kantoran sebesar Rp 8 juta. Target yang tentu saja tidak mudah dicapai, namun sangat mungkin untuk dicapai di bisnis ini.

Akhirnya saat anak kami hampir menginjak umur 1 tahun, istri saya berhasil mendapatkan penghasilan dari bisnis Oriflame yang bisa menyamai gajinya sebagai karyawan kantoran.


Saat itu juga dia mengajukan surat resign kepada bossnya, dan berhasil mulai mengasuh anak kami secara full time di rumah 1 bulan kemudian. Mulai saat itu saya lebih tenang dalam bekerja karena mengetahui bahwa anak kami diasuh oleh tangan yang tepat, tangan ibunya sendiri.

Namun kami tidak pindah rumah lagi, karena orang tua kami meminta kami tinggal saja di rumah mereka. Ya sepertinya mereka tidak mau jauh dari cucunya. Setelah berdiskusi dan mempertimbangkan segala hal, akhirnya kami setuju untuk meneruskan tinggal di rumah orang tua kami.

Pertimbangan kami saat itu adalah lebih kepada keinginan untuk menyenangkan orang tua kami dengan dekat dengan cucu mereka. Lagipula tidak ada suatu kendala bagi kami dengan tinggal disana, karena kebetulan istri saya juga bisa belajar cara merawat dan mengasuh anak yang benar dari pengalaman ibunya dulu mengasuhnya. Maklum ini masih anak pertama, dan kami masih belum banyak memiliki pengetahuan bagaimana mengasuh anak yang tergolong masih bayi ini dengan benar.

Jika dilihat dari keseluruhan kisah ini, terlihat bagaimana perlahan-lahan bisnis Oriflame ini sudah menjerumuskan istri saya. Bisnis ini memang sudah menjerumuskan istri saya kepada hal-hal baik di dalam kehidupan keluarga kami. Makin lama dan makin dalam istri saya terjerumus dalam bisnis ini, maka makin banyak impian-impian kami yang bisa kami wujudkan.


Satu persatu rencana dan impian dalam kehidupan kami tercapai. Memang ada rencana yang gagal kami penuhi, namun Tuhan selalu menggantinya dengan rencana yang lebih baik. Contohnya saat kami memiliki rencana untuk tinggal bersama di luar kota, rencana tersebut gagal, namun langsung diganti dengan rencana yang lebih baik, yaitu dengan bertugasnya saya kembali di Jakarta, dan akhirnya bisa kembali berkumpul dengan istri saya.

Bisnis Oriflame juga tidak hanya menjerumuskan istri saya, namun saya pun ikut terjerumus. Kami sekarang sudah terjerumus untuk mulai berani memiliki impian, dari yang tadinya memiliki rencana-rencana hidup yang biasa-biasa saja, sekarang kami mulai berani mengupgrade impian kami menjadi impian yang lebih baik lagi, yang tidak biasa-biasa saja.


Kami mulai terjerumus untuk memiliki impian berlibur keluar negeri, memiliki kendaraan pribadi atas nama sendiri, menyekolahkan anak di sekolah terbaik, dan tentunya impian-impian lain yang berkaitan dengan hubungan seorang manusia dengan Penciptanya seperti bersedekah lebih banyak, berkurban lebih besar, melaksanakan ibadah umroh, menunaikan ibadah haji, dan masih banyak lagi.

Untuk saya seorang yang suka sepakbola, saat itu saya memiliki impian untuk pergi ke Eropa suatu saat nanti dan mengunjungi salah satu stadion sepakbola klub ternama di Eropa. Saat itu saya belum tahu apakah impian saya bisa tercapai atau tidak, karena dengan memikirkan biayanya saja, sebenarnya sudah membuat saya melihat impian saya adalah sesuatu yang tidak mungkin tercapai.


Apalagi melihat status saya yang saat itu hanya sebagai karyawan kantoran yang memiliki gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar hidup berumah tangga. Namun ternyata, sekali lagi bisnis Oriflame ini benar-benar menjerumuskan istri saya dan saya sendiri.

Pada awal tahun 2013, Oriflame mengumumkan bahwa salah satu hadiah pencapaian untuk para konsultannya atas target yang dicapai dalam bisnis Oriflame ini di tahun 2013 adalah paket perjalanan berlibur di atas kapal pesiar mewah di Laut Mediterania yang akan diselenggarakan sekitar bulan Agustus-September 2014. 


Tidak hanya itu saja, kapal pesiar ini akan berlabuh di 3 negara Eropa, 6 kota Eropa selama 8 hari berlayar. Pada saat mendengar kata Eropa ini, bulu kuduk saya langsung berdiri, tatapan saya tegang, dan jantung berdebar, seperti tidak percaya akan apa yang saya dengar. Impian saya yang tadinya seperti sangat tidak mungkin untuk diraih, akhirnya seperti terlihat sangat dekat dan memungkinkan untuk diwujudkan.
 
Camp Nou | Barcelona
Alhamdulillah… Pada akhir September 2014 kemarin, saya dan istri akhirnya berhasil untuk mewujudkan mimpi kami berlibur ke luar negeri, berlibur di atas kapal pesiar mewah Liberty of The Seas, mengunjungi negara-negara beserta kota-kota di Eropa.

Dan yang pasti, impian saya akhirnya juga terwujud untuk dapat mengunjungi stadion salah satu klub sepakbola ternama di Eropa.

Teman-teman tahu ngga stadion mana yang saya kunjungi? Hehehe..


Tidak tanggung-tanggung Tuhan memberi rezeki dan jalan bagi saya untuk mewujudkan impian saya. Saat itu saya berhasil mengunjungi Stadion Camp Nou, stadion sepakbola terbesar di Eropa, yang merupakan stadion milik klub sepakbola yang tidak asing lagi bagi kita, yaitu FC. Barcelona, atau yang lebih dikenal dengan El Barca. Dan semua ini adalah hasil terjerumusnya istri saya di bisnis Oriflame.

Ini merupakan bukti bahwa walaupun istri yang menjalankan bisnis, namun suami juga bisa ikut merasakan hasil dari menjalankan bisnis ini. Impian istri tercapai, impian suami tercapai, dan dalam jangka panjang impian keluarga besar juga bisa tercapai. Sudah banyak juga kok pebisnis Oriflame yang sudah berhasil memberangkatkan orang tuanya atau anggota keluarganya yang lain untuk melaksanakan ibadah umroh dan atau menunaikan ibadah haji.

Sekarangpun, bisnis Oriflame ini masih menjerumuskan istri saya dan saya sendiri makin dalam. Selalu ada target-target baru yang ingin kami capai setiap harinya, dan hal ini membuat hidup kami makin berwarna dan tidak pernah ada kata bosan menjalani hidup, karena hidup kami saat ini selalu memiliki tujuan yang jelas dan makin bermakna. Terjerumus di bisnis ini ternyata benar-benar membuat perubahan yang dahsyat dalam kehidupan keluarga kami.

Siapa yang bisa menyangka bahwa bisnis Oriflame ini benar-benar sudah berhasil menjerumuskan istri saya , dan termasuk saya sendiri ke dalam jalan kehidupan yang sesuai dengan impian kami. Satu persatu impian kami terwujud, dan setiap harinya kami mulai berani mengupgrade terus impian kami.


Segala sesuatu yang awalnya kami pikir sangat jauh dan tidak mungkin kami capai, sekarang terasa dekat dan sangat mungkin dicapai. Dan saat ini saya sangat bersyukur kepada Tuhan akan keputusan yang saya buat beberapa tahun lalu dengan memberi izin kepada istri saya untuk bergabung dan menjalankan bisnis Oriflame ini, karena bisnis ini benar-benar menjerumuskan kami ke jalan hidup yang lebih baik.

Tugas kita sebagai manusia hanyalah mencoba. Dan untuk mencoba dibutuhkan keberanian. Hasil yang didapat berhasil atau tidak bukanlah kuasa kita, hanya Tuhan yang memiliki kuasa menentukannya. Namun yang pasti, jika kita tidak pernah memiliki keberanian untuk mencoba, maka sudah pasti kita akan selalu jauh dari keberhasilan.

Demikian kisah Bisnis Oriflame Sudah Menjerumuskan Istriku, yang membuat perubahan yang dahsyat dalam kehidupan kami, dan tentunya membuat impian-impian kami satu persatu tercapai.


Dulu kami tidak pernah berani memiliki impian, namun sekarang kami selalu bersemangat untuk terus memperbaharui impian-impian kami. Coba kalau dulu saya tidak memberi izin istri saya berbisnis Oriflame, sudah pasti saat ini saya akan selalu memiliki ketakutan akan di PHK dan atau ketakutan-ketakutan lain yang berhubungan dengan masalah ekonomi jika saya tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan.

Hidup akan lebih mudah jika kita memiliki pilihan bukan?

Rofy Kurnia
Inbox Facebook : https://www.facebook.com/mrofykurnia

3 comments:

Silahkan tulis komentarnya, Teman-teman. Mohon menggunakan bahasa yang baik dan sopan yaa.. Terima kasih.

Bisnis seperti apa yang ingin kamu jalankan?

Yuk Ikutan!

Katalog Terbaru

FB Fan Page Saya

Profil Linkedin Saya

Yuk, Jemput Impian Kita!

Terima kasih atas kunjungannya, Teman

Arsip